BERITA POPULER: Drama Pengumuman MSCI hingga Harga Emas Antam (ANTM) Rontok
JAKARTA, investor.id – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, investor.id telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Rabu (13/5/2026):
1. Pengumuman MSCI: 6 Saham RI Keluar dari Indeks Global Standard
MSCI Inc akhirnya mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026 untuk indeks ekuitas MSCI pada 12 Mei 2026. Semua perubahan akan diimplementasikan pada penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026.
Total enam saham dicabut dari MSCI Global Standard Index.
Ada 13 saham dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index. Namun ada satu yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard masuk ke Small Cap.
2. Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Rabu 13 Mei 2026: Anjlok Tajam
Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) terpantau anjlok tajam pada Rabu, 13 Mei 2026.
Dipantau dari laman Logam Mulia, harga emas Antam (ANTM) hari ini ambles Rp 20.000 ke level ini. Sementara itu, harga beli kembali atau buyback emas Antam (ANTM) pada Rabu (13/5/2026) juga ambrol.
Simak harga pecahan emas batangan – belum termasuk pajak – yang tercatat di laman Logam Mulia Antam (ANTM) pada Rabu (13/5/2026) di sini
3. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 13 Mei 2026, Cek Update-nya
Harga emas perhiasan terpantau naik di Raja Emas Indonesia, sedangkan Hartadinata Abadi dan Laku Emas melemah pada Rabu siang, 13 Mei 2026.
Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.
Cek daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai kadar karat pada Rabu siang (13/5/2026) di sini.
4. Harga Emas Bisa Meledak ke US$ 17.250
Pengusaha tambang mengeluarkan skenario prediksi yang tinggi pada harga emas. Bahkan, harga emas berpeluang mencapai US$ 17.250 per troy ounce.
Dikutip dari Kitco News, Rabu (13/5/2026), salah satu pendiri Franco-Nevada dan mantan presiden Newmont Mining, Pierre Lassonde memprediksi harga emas dapat melonjak ke level US$ 17.250 per troy ounce dalam tiga tahun ke depan, jika terjadi guncangan ekonomi global imbas lonjakan utang Amerika Serikat.
Menurut Lassonde, lonjakan utang bisa merubah posisi emas menjadi mata uang cadangan terakhir.
5. Harga Emas Antam (ANTM), UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian, Rabu 13 Mei 2026
Harga emas Antam (ANTM), UBS, dan Galeri 24 Turun serentak di Pegadaian pada Rabu (13/5/2026).
Pegadaian menjual tiga jenis, yaitu Antam, UBS, dan Galeri 24, dengan beragam ukuran atau pecahan, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Intip harga pecahan emas batangan yang tercatat di Pegadaian hari ini, Rabu (13/5/2026) di sini.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






