Kamis, 14 Mei 2026

World Gold Council Sebut Emas Jadi Aset Strategis RI

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2026 | 07:53 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emas. (Foto: AP/ Sakchai Lalit)
ilustrasi emas. (Foto: AP/ Sakchai Lalit)

JAKARTA, investor.idHarga emas dinilai semakin menarik sebagai aset investasi strategis di Indonesia pada 2026. Di tengah ancaman inflasi, tekanan pasar saham, hingga risiko pelemahan rupiah, emas disebut mampu menjadi pelindung nilai paling kuat bagi investor.

Hal itu terungkap dalam laporan terbaru World Gold Council (WGC) berjudul A Strategic Case for Gold for Indonesia yang disusun oleh Kepala Riset Senior APAC WGC, Marissa Salim.

Laporan tersebut menyebut lanskap investasi Indonesia pada 2026 semakin penuh tekanan akibat lonjakan inflasi global, konflik Timur Tengah, pelebaran defisit fiskal, hingga ancaman penurunan status pasar modal Indonesia oleh MSCI.

ADVERTISEMENT

World Gold Council memproyeksikan inflasi Indonesia meningkat dari 2% pada 2025 menjadi 3,4% pada tahun ini akibat kenaikan harga energi global dan tekanan fiskal domestik.

Di tengah kondisi tersebut, emas justru tampil sebagai aset dengan performa paling menonjol. Pada 2025 hingga kuartal I-2026, harga emas dalam denominasi rupiah tercatat mengungguli sebagian besar instrumen investasi lain, termasuk saham dan obligasi domestik.

“Selama berbagai periode krisis, emas secara konsisten menjadi aset pelindung nilai terbaik bagi investor Indonesia,” tulis World Gold Council dalam laporannya.

World Gold Council menyoroti bagaimana emas berhasil menjaga daya beli masyarakat Indonesia saat Krisis Finansial Asia 1997-1998, ketika rupiah sempat anjlok hingga 80%.

Prospek Emas Cerah

Menurut laporan tersebut, pola serupa terus berulang setiap kali terjadi tekanan pasar dan pelemahan rupiah. Bahkan saat krisis global 2008, pandemi Covid-19, hingga gejolak suku bunga The Fed, emas dalam rupiah tetap mampu mengungguli pasar saham domestik.

Selain berfungsi sebagai safe haven, emas juga disebut mampu memberikan imbal hasil jangka panjang yang stabil. Dalam 20 tahun terakhir, emas menghasilkan rata-rata imbal hasil sekitar 15% per tahun dalam denominasi rupiah.

World Gold Council juga menilai penambahan alokasi emas dalam portofolio investasi dapat meningkatkan risk-adjusted return sekaligus menurunkan volatilitas investasi. Bahkan alokasi emas sebesar 2,5%-10% dinilai mampu memperkuat kualitas portofolio investor domestik.

Momentum positif emas di Indonesia juga didukung langkah regulator. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebut telah membuka jalan bagi peluncuran ETF emas fisik pertama di Indonesia pada pertengahan 2026.

Melalui regulasi POJK 5/2023 dan POJK 2/2026, emas kini mulai diizinkan menjadi bagian dari aset investasi institusi seperti perusahaan asuransi dan reksa dana.

World Gold Council menilai perkembangan tersebut dapat membuka peluang investasi baru sekaligus memperkuat posisi emas sebagai aset strategis bagi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 58 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia