Heboh Diskon Harga Emas
MUMBAI, investor.id – Pasar emas India mengalami gejolak besar setelah diskon harga emas fisik melonjak ke rekor lebih dari US$ 200 per ons pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Lonjakan ini dipicu aksi ambil untung investor setelah pemerintah India menaikkan bea impor emas dan perak secara drastis.
Dikutip dari Reuters, pemerintah India resmi menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6%. Kebijakan tersebut diambil untuk menekan impor logam mulia dan menjaga cadangan devisa negara.
Kenaikan tarif tersebut langsung memicu lonjakan harga emas domestik, sehingga banyak investor memilih menjual emas untuk merealisasikan keuntungan di tengah permintaan pasar yang masih lemah.
“Kondisi diskon di pasar fisik benar-benar gila. Kami sampai harus mengecek ulang harga sebelum mengeksekusi transaksi,” ujar kepala divisi bullion dari salah satu bank swasta di Mumbai yang telah lebih dari dua dekade berdagang emas.
Dealer emas di India menawarkan diskon hingga US$ 207 per ons dibanding harga resmi domestik pada Rabu, termasuk bea impor 15% dan pajak penjualan 3%. Angka itu melonjak tajam dibanding diskon hanya US$ 17 per ons sehari sebelumnya.
Baca Juga:
Ahli Ungkap Tren Harga Emas SesungguhnyaKenaikan harga emas lokal juga mendorong investor melakukan aksi ambil untung melalui produk exchange traded fund (ETF) emas, sehingga pasokan emas di pasar semakin melimpah.
Sentuh Level Tertinggi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






