Kamis, 14 Mei 2026

Cengkeraman Baru Haji Isam di Bursa

Penulis : Erta Darwati
14 Mei 2026 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati).
Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati).

JAKARTA, investor.id - Pengusaha Samsudin Andi Arsyad atau biasa dikenal Haji Isam memborong sebanyak 6,83 miliar saham emiten tambang dan perdagangan nikel PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi pembelian tersebut dilakukan dengan harga Rp 137 per saham, pada 13 Mei 2026. 

Dengan pembelian saham PACK tersebut, maka Haji Isam perlu merogoh kocek dana mencapai Rp 937 miliar.

ADVERTISEMENT

Setelah transaksi tersebut, Haji Isam menggenggam kepemilikan sebesar 21,12% saham PACK, dari sebelumnya tidak memiliki saham di perusahaan tersebut.

“Tujuan transaksi untuk investasi dengan klasifikasi kepemilikan saham biasa,” tulis dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (13/5/2026).

Adapun setelah Haji Isam masuk sebagai pemegang saham perseroan, gerak saham PACK terlihat menguat sebesar 9,86% ke harga Rp 312 per saham pada perdagangan, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan data Stockbit, saham PACK bergerak melesat 65,08% dalam sebulan, dan sahamnya melejit 119,7% sejak awal tahun atau secara year to date (ytd).

Seperti diketahui, Haji Isam memegang saham emiten di bidang perkebunan dan pengolahan minyak sawit, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

Kemudian, Haji Isam juga memegang saham emiten jasa logistik dan pelabuhan batubara, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE).

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 36 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 37 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 48 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia