Minggu, 21 Juni 2026

Rupiah Tak Kuat Dihantam Sentimen Bertubi-tubi

Penulis : Natasha Khairunisa
18 Jun 2026 | 16:31 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pecahan mata uang dolar AS dan rupiah. (Foto: B-Universe/ Joanito De Saojoao)
Ilustrasi pecahan mata uang dolar AS dan rupiah. (Foto: B-Universe/ Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan hari Kamis, 18 Juni 2026.

Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 32 poin ke level Rp 17.794 terhadap dolar AS, dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.764 per dolar AS.

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa, dari sisi eksternal, rupiah terdampak optimisme pasar tentang esepakatan damai AS-Iran, yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah dan membuka jalan bagi pembukaan kembali jalur ekspor energi utama di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Memorandum 14 poin tersebut memulai periode negosiasi 60 hari di mana Iran akan mengizinkan lalu lintas bebas bea melalui Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut menyerukan agar lalu lintas melalui selat tersebut dipulihkan ke kapasitas penuhnya dalam waktu 30 hari.

"Perjanjian tersebut telah membantu meredakan kekhawatiran akan guncangan pasokan minyak yang berkepanjangan, mengurangi kekhawatiran tentang inflasi yang didorong oleh energi dan mendukung permintaan emas sebagai lindung nilai portofolio," ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diperoleh pada Kamis (18/6/2026).

Rupiah juga kembali melemah setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap di 3,50%-3,75% dan memberi sinyal bahwa bank sentral AS masih melihat ruang untuk kebijakan moneter yang lebih ketat di akhir tahun ini. 

Dari sisi internal, pelemahan rupiah berlanjut saat pasar Indonesia mengalami tekanan dan volatilitas tinggi akibat sikap wait and see pelaku pasar.

Pelemahan nilai tukar rupiah juga terjadi meski Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia