Kamis, 14 Mei 2026

798 Guru Bertugas ke Daerah Terpencil di Seluruh Indonesia

Penulis : ah
25 Mei 2015 | 12:32 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas 798 guru yang bakal bertugas di daerah terpencil di seluruh Indonesia.

"Ini adalah angkatan yang pertama yang akan kita berangkatkan sebanyal 798 guru," kata Jokowi saat pidato pelepasan Guru Garis Depan (GGD) di Halaman Istana Merdeka Jakarta, Senin.

Dia mengatakan Indonesia memiliki 17 ribu pulau, di mana banyak daerah-daerah terpencil dan daerah perbatasan membutuhkan pendidikan, pendidik, dan guru.

"Waktu saya ke Dompu, Merauke, ke perbatasan di Entikong , di Pulau Sebatik, ini memang daerah-daerah yang memerlukan guru, pendidik untuk anak-anak kita," katanya.

Setelah pengiriman angkatan pertama itu, kata Presiden, pemerintah akan melihat perkembangan. Jika masih diperlukan akan menyusul angkatan kedua dan seterusnya.

Jokowi berharap, para guru yang dikirim ke daerah terpencil, tidak memiliki keraguan mengajar karena penempatannya masih berada dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dia juga berpesan agar para guru yang ditugaskan di daerah-daerah, bisa membangun karakter anak-anak Indonesia, dan bisa memberikan semangat kepada anak-anak Indonesia bahwa mereka mampu dan bisa berprestasi seperti anak-anak di daerah lain.

Presiden juga mengatakan pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan pemerataan pendidikan, pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Bawesdan mengatakan program GGD adalah langkah nyata pemerintah untuk menyediakan guru-guru terbaik di daerah yang paling membutuhkan.

Menurut Anies, penempatan GGD di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) itu merupakan penempatan jangka panjang, bukan penempatan temporer, seperti SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) atau program pengiriman guru oleh lembaga non-pemerintah.

"Negara harus hadir, bukan jangka pendek, tapi seterusnya, hadir jangka panjang untuk membangun Indonesia termasuk daerah terdepan," katanya.

Sebanyak 798 guru angkatan pertama Program GGD itu, hasil seleksi para calon yang bersumber, antara lain dari alumni SM3T yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG-SM3T) untuk menjadi calon pegawai negeri sipil.

Formasi GGD itu disahkan dengan penerbitan Kebijakan Permenpan-RB No. 26 Tahun 2014 tentang Formasi Khusus ASN Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2014 dan Keputusan Menteri PAN-RB No. 762 Tahun 2014 tentang Formasi PNS untuk SM3T.

Sebanyak 769 guru itu akan ditempatkan di 28 kabupaten di empat provinsi, yakni Provinsi Aceh, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat.(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 32 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia