Adnan Buyung Dinilai Pejuang Hukum Sejati
JAKARTA-Mantan Direktur LBH Medan Alamsyah Hamdani mengatakan, Adnan Buyung
Nasution merupakan pejuang hukum sejati dan tidak suka menempuh cara
yang dinilai melenceng dari proses hukum.
"Beliau tidak suka menggunakan cara yang di luar proses hukum," katanya di Medan, Rabu.
Menurut Alamsyah, ketidaksenangan Adnan Buyung terhadap cara yang
diluar proses hukum dapat terlihat ketika banyak aktivis LBH yang
berunjuk rasa pada awal tahun 90-an.
Namun Adnan Buyung
justru mengajak advokat muda masa itu untuk menghentikan unjuk rasanya
dan menggugat pemerintah melalui jalur hukum.
"Dulu LBH
sering demonstrasi pada awal 90-an. Namun beliau lebih memilih jalur
hukum karena menganggap itu porsi kita," katanya.
Meski
dikenal sebagai sosok yang tidak betah melihat ketidakbenaran dan
kesewenang-wenangan, tetapi Alamsyah Hamdani menilai Adnan Buyung
bukanlah sosok pendendam.
Karakter itu ditunjukkan almarhum ketika menerima permintaan TNI untuk menjadi tim penasihat hukum pada tahun 2002.
Sikap Adnan Buyung tersebut cukup kontroversial dan dianggap
membelot karena membela TNI yang pada masa itu dituduh melakukan
pelanggaran HAM.
"Namun seperti itulah advokat, tidak ada
dendam meski sempat menjadi lawan politik. Karena itu, bang Buyung layak
menjadi panutan," kata mantan Direktur LBH Medan periode 1989-1997
tersebut.
Sebagai sosok yang sangat mengedepankan hukum dan
kritis terhadap sesuatu yang dianggap tidak benar, Adnan Buyung juga
tidak mudah tergiur dengan jabatan.
Dengan sikap kritisnya
terhadap masalah hukum, banyak pihak yang merasa kurang nyaman jika
Adnan Buyung dimasukkkan dalam pemerintahan.
"Pada masa Presiden SBY, sempat masuk sebagai wantimpres, tetapi keluar," kata Alamsyah.
Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, ada juga tawaran untuk
menjadi menteri atau jaksa agung terhadap Adnan Buyung Nasution.
Namun karena semangatnya yang besar dalam penerapan hukum dengan
benar, Adnan Buyung tidak pernah menerima tawaran jabatan tersebut.
"Beliau merasa lebih cocok berada diluar dan sebagai pengontrol,"
ujar advokat yang kini berprofesi sebagai politisi PDI Perjuangan
tersebut.
Adnan Buyung Nasution meninggal dunia di RS Pondok Indah Jakarta pada Rabu pukul 10.15 WIB.
Jenazah pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu
dikabarkan meninggal dunia karena gagal ginjal meski sempat menderita
penyakit jantung.(ant/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler

