Kamis, 14 Mei 2026

Adnan Buyung Dinilai Pejuang Hukum Sejati

Penulis : ah
24 Sep 2015 | 06:24 WIB
BAGIKAN

JAKARTA-Mantan Direktur LBH Medan Alamsyah Hamdani mengatakan, Adnan Buyung Nasution merupakan pejuang hukum sejati dan tidak suka menempuh cara yang dinilai melenceng dari proses hukum.

"Beliau tidak suka menggunakan cara yang di luar proses hukum," katanya di Medan, Rabu.

Menurut Alamsyah, ketidaksenangan Adnan Buyung terhadap cara yang diluar proses hukum dapat terlihat ketika banyak aktivis LBH yang berunjuk rasa pada awal tahun 90-an.

Namun Adnan Buyung justru mengajak advokat muda masa itu untuk menghentikan unjuk rasanya dan menggugat pemerintah melalui jalur hukum.

"Dulu LBH sering demonstrasi pada awal 90-an. Namun beliau lebih memilih jalur hukum karena menganggap itu porsi kita," katanya.

Meski dikenal sebagai sosok yang tidak betah melihat ketidakbenaran dan kesewenang-wenangan, tetapi Alamsyah Hamdani menilai Adnan Buyung bukanlah sosok pendendam.

Karakter itu ditunjukkan almarhum ketika menerima permintaan TNI untuk menjadi tim penasihat hukum pada tahun 2002.

Sikap Adnan Buyung tersebut cukup kontroversial dan dianggap membelot karena membela TNI yang pada masa itu dituduh melakukan pelanggaran HAM.

"Namun seperti itulah advokat, tidak ada dendam meski sempat menjadi lawan politik. Karena itu, bang Buyung layak menjadi panutan," kata mantan Direktur LBH Medan periode 1989-1997 tersebut.

Sebagai sosok yang sangat mengedepankan hukum dan kritis terhadap sesuatu yang dianggap tidak benar, Adnan Buyung juga tidak mudah tergiur dengan jabatan.

Dengan sikap kritisnya terhadap masalah hukum, banyak pihak yang merasa kurang nyaman jika Adnan Buyung dimasukkkan dalam pemerintahan.

"Pada masa Presiden SBY, sempat masuk sebagai wantimpres, tetapi keluar," kata Alamsyah.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, ada juga tawaran untuk menjadi menteri atau jaksa agung terhadap Adnan Buyung Nasution.

Namun karena semangatnya yang besar dalam penerapan hukum dengan benar, Adnan Buyung tidak pernah menerima tawaran jabatan tersebut.

"Beliau merasa lebih cocok berada diluar dan sebagai pengontrol," ujar advokat yang kini berprofesi sebagai politisi PDI Perjuangan tersebut.

Adnan Buyung Nasution meninggal dunia di RS Pondok Indah Jakarta pada Rabu pukul 10.15 WIB.

Jenazah pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu dikabarkan meninggal dunia karena gagal ginjal meski sempat menderita penyakit jantung.(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 35 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia