Jumat, 15 Mei 2026

Konsorsium Mungkin Dibentuk untuk Ambil Saham Shell di Proyek Gas Masela

Penulis : Grace El Dora
8 Sep 2022 | 19:34 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat konferensi pers di kantor BKPM di Jakarta pada 7 Januari 2022. (FOTO: Antara Foto/Galih Pradipta/ via REUTERS/File Photo)
Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat konferensi pers di kantor BKPM di Jakarta pada 7 Januari 2022. (FOTO: Antara Foto/Galih Pradipta/ via REUTERS/File Photo)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah kemungkinan akan membentuk konsorsium untuk mengambil alih 35% saham Shell di proyek gas Masela setelah perusahaan itu mengisyaratkan akan mundur, kata menteri investasi pada Kamis (8/9).

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan kepada parlemen bahwa Shell ingin melakukan divestasi dari proyek senilai US$ 20 miliar. Dengan demikian, konsorsium perusahaan energi badan usaha milik negara (BUMN) Pertamina, dana kekayaan negara Otoritas Investasi Indonesia (Indonesia Investment Authority/ INA), dan perusahaan lain dapat mengambil bagian tersebut.

“Presiden telah memerintahkan saya dan menteri BUMN untuk memrioritaskan proyek gas Masela,” katanya di depan anggota parlemen, Kamis, dilansir dari Reuters.

ADVERTISEMENT

Perusahaan energi Jepang Inpex Corp. Menguasai 65% dari proyek tersebut, juga dikenal sebagai proyek LNG Abadi. Diharapkan, perusahaan tersebut bisa melakukan investasi akhir di Masela pada paruh akhir dekade ini.

Bahlil juga mengatakan presiden yakin wilayah Saumlaki di Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku adalah lokasi yang tepat untuk proyek tersebut karena infrastruktur dasar sudah tersedia.

Pertamina akan mengkaji setiap peluang untuk meningkatkan produksi termasuk pengembangan proyek Masela, kata juru bicara unit hulu Pertamina Hulu Energi (PHE) Arya Dwi Paramita.

Seorang juru bicara Shell mengatakan perusahaan tidak dapat mengomentari aktivitas portofolio proyek saat ini.

Inpex dan INA tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 49 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia