Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat konferensi pers di kantor BKPM di Jakarta pada 7 Januari 2022. (FOTO: Antara Foto/Galih Pradipta/ via REUTERS/File Photo)

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat konferensi pers di kantor BKPM di Jakarta pada 7 Januari 2022. (FOTO: Antara Foto/Galih Pradipta/ via REUTERS/File Photo)

Konsorsium Mungkin Dibentuk untuk Ambil Saham Shell di Proyek Gas Masela

Kamis, 8 September 2022 | 19:34 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah kemungkinan akan membentuk konsorsium untuk mengambil alih 35% saham Shell di proyek gas Masela setelah perusahaan itu mengisyaratkan akan mundur, kata menteri investasi pada Kamis (8/9).

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan kepada parlemen bahwa Shell ingin melakukan divestasi dari proyek senilai US$ 20 miliar. Dengan demikian, konsorsium perusahaan energi badan usaha milik negara (BUMN) Pertamina, dana kekayaan negara Otoritas Investasi Indonesia (Indonesia Investment Authority/ INA), dan perusahaan lain dapat mengambil bagian tersebut.

Baca juga: Pemerintah Dorong Proyek Blok Masela Segera Diselesaikan

“Presiden telah memerintahkan saya dan menteri BUMN untuk memrioritaskan proyek gas Masela,” katanya di depan anggota parlemen, Kamis, dilansir dari Reuters.

Perusahaan energi Jepang Inpex Corp. Menguasai 65% dari proyek tersebut, juga dikenal sebagai proyek LNG Abadi. Diharapkan, perusahaan tersebut bisa melakukan investasi akhir di Masela pada paruh akhir dekade ini.

Bahlil juga mengatakan presiden yakin wilayah Saumlaki di Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku adalah lokasi yang tepat untuk proyek tersebut karena infrastruktur dasar sudah tersedia.

Baca juga: Pengerjaan LNG Shell Terkendala Masalah Operasional

Pertamina akan mengkaji setiap peluang untuk meningkatkan produksi termasuk pengembangan proyek Masela, kata juru bicara unit hulu Pertamina Hulu Energi (PHE) Arya Dwi Paramita.

Seorang juru bicara Shell mengatakan perusahaan tidak dapat mengomentari aktivitas portofolio proyek saat ini.

Inpex dan INA tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com