Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung saat hadir menjadi bintang tamu dalam

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung saat hadir menjadi bintang tamu dalam "Obrolan Malam Fristian" di BTV.

Pramono Ungkap Cara Jokowi Hentikan Serangan Rusia ke Ukraina

Jumat, 25 November 2022 | 01:28 WIB
Syukri Rahmatullah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil menghentikan serangan Rusia ke Ukraina saat berkunjung ke negara tersebut untuk bertemu Presiden Volodimir Zelenskyy pada 29 Juni 2022. Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengungkapkan bagaimana strategi Jokowi saat itu.

“Pertama, kita melakukan kunjungan ke Ukraina, sebelum berkunjung, satu hari sebelumnya, Kiev, Ibu Kota Ukraina, dibombardir oleh Rusia,” ungkap Pramono Anung saat menjadi bintang tamu di ‘Obrolan Malam Fristian’ di BTV, Kamis (24/11/2022).

Baca juga: Pramono Anung Sebut Rombongan Presiden Jokowi Sempat Distop Milisi

Bahkan, saat berada di Kiev, rombongan Presiden Jokowi ditunjukkan bagaimana serangan sehari sebelum kedatangan Jokowi. Sebuah mal dan apartemen hancur akibat serangan Rusia. Serangan itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Sebelum tiba, kata Pramono, Indonesia mengirimkan pesan kepada Rusia, NATO, Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara-negara berpengaruh lainnya.

Baca juga: Blak-blakan, Menko Airlangga Hartarto Ungkap Rahasia Dibalik Kesuksesan KTT G20 Bali

“Saat mendengar serangan itu, hanya ada dua pilihan tetap berkunjung atau tidak. Saat itu, Presiden Jokowi memutuskan untuk tetap berkunjung dan ini luar biasa,” kata Pramono Anung.

Jokowi langsung menugaskan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Kepala BIN Budi Gunawan untuk meminta Rusia agar tidak melancarkan serangan selama kunjungannya ke Kiev.

“Saat itu (permintaan) dipenuhi Rusia,” urai Pramono.

Baca juga: Menlu Retno Cerita Bagaimana Deklarasi G20 Akhirnya Bisa Disepakati

Kemudian, sehari setelah kunjungan Presiden Jokowi, Rusia Kembali melakukan serangan kepada Ukraina. Menurutnya, peristiwa tersebut sangat luar biasa dan bagian dari sejarah diplomasi Indonesia di luar negeri.

Kata Pram, harus diakui, itu kelebihan Jokowi. Seperti saat kunjungan ke Afganistan, sudah diinformasikan akan ada bom bunuh diri, Jokowi tetap memutuskan untuk tetap berkunjung.

“Jadi, Presiden kita ini nyalinya memang luar biasa,” tutupnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com