Jumat, 15 Mei 2026

Luhut: KPK Jangan Main Asal Tangkap, Pencegahan Terutama

Penulis : Hendro D Situmorang
20 Des 2022 | 14:41 WIB
BAGIKAN
Meko Marves Luhut Binsar Pandjaitan
Meko Marves Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, Investor.id - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan main asal tangkap (OTT) para koruptor saja, tetapi yang terpenting adalah langkah pencegahan yang utama dilakukan lewat optimalisasi sistem digitalisasi.

Dia mengatakan, jika digitalisasi di Indonesia berjalan baik, tidak akan ada yang bisa main-main dengan sistem. "Jadi kalau kita mau bekerja dengan hati, ya kalau hidup-hidup sedikit bolehlah, kita kalau mau bersih-bersih amat di surgalah kau. Jadi KPK pun jangan pula sedikit-sedikit tangkap-tangkap. Itu enggak bagus juga untuk negara ya, lihat-lihatlah," kata Luhut dalam pidatonya di Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024 di Nine Thamrin Ballroom Jakarta, Selasa (20/2/12/2022).

Luhut menegaskan, kalau sistem digitalisasi ini sudah berjalan sepenuhnya dengan baik, tidak akan bisa main-main lagi termasuk korupsi. Luhut juga menjelaskan bahwa operasi tangkap tangan (OTT) yang kerap dilakukan komisi antirasuah juga punya dampak buruk. Sehingga, ia bilang, seluruh pengadaan sebaiknya didigitalisasi agar pencegahan korupsi bisa dilakukan.

ADVERTISEMENT

"OTT itu kan tidak bagus sebenarnya buat negeri ini jelek sekali. Tapi kalau digitalisasi yakni digital life, siapa yang mau melawan kita," tegasnya.

Lebih lanjut, Luhut tak menampik siapapun yang korupsi tapi pasti bakal ketahuan. Namun, dia mendorong penerapan pencegahan yang lebih maksimal di berbagai sektor, termasuk pelabuhan laut maupun udara. Dengan uang langsung masuk ke dalam sistem digitalisasi, Luhut bilang, celah korupsi akan semakin tertutup. "Kalau sudah dimasukkan uangnya di situ, sudah berapa ribu triliun, apa yang mau dikorupsi lagi," ungkap Luhut.

Dia juga menjelaskan, Indonesia memiliki empat pilar dalam pembangunan. Namun hal yang terpenting adalah digitalisasi sebagai kunci kemajuan bangsa. "Saya jelaskan mengenai Indonesia. Saya bilang ada empat pilar kami. Satu efisiensi, Kedua digitalisasi. Ketiga hilirisasi, dan keempat dana desa," terangnya Luhut.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia