Awasi Kinerja Pegawai Kemenkeu, Irjen Dorong Peran Masyarakat
JAKARTA, investor.id - Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu ) meminta masyarakat untuk ikut terlibat dalam mengawasi perilaku pegawai Kemenkeu. Hal ini terbukti dari kasus pada Rafael Alun Trisambodo dan Eko Darmanto yang menunjukan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus melakukan penguatan pengawasan terhadap kinerja pegawai.
Inspektur Jenderal Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh mengatakan, Kemenkeu akan lebih mengintensifkan penggalian dan pemanfaatan informasi dari media dan media sosial. Sebab, informasi yang diberikan dari masyarakat dapat menjadi bahan pemeriksaan bagi Itjen Kemenkeu.
“Pengawasan ini adalah tanggung jawab kita semua, kami berpikir bahwa pengawasan masyarakat ini efektif dan harus kita perkuat ke depan,” ucap Awan dalam Konferensi Pers Tindak Lanjut Penanganan Pegawai yang berlangsung di Aula Mezzanine, Kantor Kemenkeu pada Rabu (08/03/2023).
Dia mengatakan, kolaborasi antar lini dalam kerangka kerja integritas dilakukan dengan dua cara, yaitu pencegahan dan penindakan. Dari sisi pencegahan dilakukan dengan beberapa cara, yaitu, membuka saluran pengaduan melalui (Whistleblowing System/WiSe) dan pelaporan harta kekayaan. Dari sisi penindakan, Itjen melakukan penanganan atas dugaan pelanggaran atau fraud. “Kejadian ini jadi pembelajaran buat kita bahwa ada ruang-ruang yang harus kita perbaiki,” kata Awan.
Awan mengungkapkan, dengan adanya Wise pengadu/pelapor dapat melengkapi bukti yang diperlukan dan bisa memantau 24 jam 7 hari. Sebab WiSe merupakan saran berbasis digital. Itjen Kemenkeu juga akan menjamin kerahasiaan identitas pelapor.
“Jadi menurut kami WiSe sangat solid, tetapi ke depan terus kita perbaiki, baik dari segi sistem biar lebih user friendly,” kata Awan.
Bila sudah ada pelaporan dari masyarakat, Itjen Kemenkeu akan melakukan verifikasi dan kejadian bahkan pengumpulan bahan dan keterangan terkait informasi. Kalau data sudah lengkap Itjen Kemenkeu akan melanjutkan ke tahap investigasi.
“Laporan pengaduan Wise sangat efektif. Karena pengaduan bukan hanya masyarakat tetapi juga dari dalam, ini tools deteksi yang baik,” tutur Awan.
Selama ini Kemenkeu sudah memiliki tiga lapisan (layer) pengawasan; Layer pertama yaitu manajemen sebagai pimpinan unit kerja masing- masing sebagai lini pertama. perkuat,” kata Sri Mulyani. Layer kedua yaitu kepatuhan internal yang ada di masing-masing unit eselon satu. Layer ketiga yaitu Inspektorat Jenderal Kemenkeu yang juga memiliki struktur dan kelengkapan dalam melakukan penegakan disiplin dan menjaga integritas dari Kemenkeu.
“Utamanya dari tiga lini tadi kita ke depan akan memperkuat pengawasan lini pertama yaitu pengawasan oleh atasan langsung atau pengawasan melekat,” kata Awan.
Saat ini Kemenkeu sedang disorot karena adanya kasus pemukulan yang dilakukan oleh anak mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo . Pada saat yang sama Rafael juga dinilai memiliki harta kekayaan tidak wajar dengan nilai mencapai Rp 56 miliar. Di sisi lain masyarakat juga menyoroti mantan Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto yang kerap menampilkan gaya hidup di media sosial.
Kolaborasi antar lini dalam kerangka kerja integritas dilakukan dengan dua cara, yaitu pencegahan dan penindakan. Dari sisi pencegahan dilakukan dengan beberapa cara, yaitu, membuka saluran pengaduan/WISE dan pelaporan harta kekayaan. Dari sisi penindakan, Itjen melakukan penanganan atas dugaan pelanggaran atau fraud.
“Dalam kegiatan penindakan, Itjen juga bekerja sama dengan APH (KPK, Kejaksaan dan Polri) dan PPATK dalam hal koordinasi penanganan dan pertukaran informasi. Dalam melakukan penanganan dugaan pelanggaran atau fraud, Inspektorat Jenderal menangani dalam aspek administrasi kepegawaian berupa penjatuhan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil,” kata Awan.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






