Jumat, 15 Mei 2026

RUU Kesehatan Diprediksi Urai Masalah di Sektor Kesehatan

Penulis : Yustinus Paat
23 Jun 2023 | 15:41 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi. (Antara)
Ilustrasi. (Antara)

JAKARTA, Investor.id - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago optimistis RUU Kesehatan yang disahkan menjadi jawabab atas sejumlah masalah di sektor kesehatan, termasuk persoalan kekurangan dokter spesialis, jumlah, dan distribusi dokter spesialis yang tidak merata hingga penerbitan STR/SIP.

Pengaturan-pengaturan di RUU Kesehatan memungkinkan persoalan tersebut bisa terurai. "Tentu, karena memang tujuan utama dari pembuatan UU ini adalah mengatur tata kelola kesehatan, di antaranya sulitnya para dokter untuk mengambil spesialis, bahkan fakta di lapangan banyak dokter yang sudah lulus kuliah tetapi tidak bisa mendapatkan izin praktik, sehingga banyak lulusan fakultas kedokteran yang menganggur hanya karena tidak lulus uji kompeten," ujar Irma di Jakarta, Jumat (23/6/2023).

Irma mengungkapkan, kondisi saat ini cukup mengherankan, karena para dokter tersebut sudah dinyatakan lulus oleh universitas menimba ilmu dan telah menuntaskan co-asisten di rumah sakit, sehingga mereka dinyatakan lulus dan mendapatkan ijasah. Namun belum bisa disebut sebagai dokter.

ADVERTISEMENT

"Pertanyaannya, mengapa kemudian mereka sampe tidak lulus uji kompetensi? Apakah begitu buruknya kualitas fakultas kedokteran saat ini? Jika jawabannya memang kualitas Fakultas Kedokteran yang ada saat ini buruk, mengapa dibiarkan, tetap diberi izin menerima mahasiswa? Lalu mengapa tidak ada jalan keluar atau solusi yg bisa mengatasi masalah ini? Bukankah itu harusnya menjadi salah satu fungsi dan tugas OP (organisasi profesi)?" ungkap Irma.

Dia menilai kondisi kusut tersebut dibiarkan bertahun-tahun, sehingga berdampak pada kekurangan dokter dan dokter spesialis di Indonesia. Apalagi, kata dia, untuk menjadi dokter spesialis harus mendapatkan rekomendasi dari organisasi profesi.

"Karena untuk bisa mengambil spesialis para dokter tersebut harus memiliki rekomendasi dari OP yang menurut informasi sangat sulit diperoleh dan itu salah satu biang keladi Indonesia kekurangan dokter spesialis," tandas Irma.

Dengan RUU Kesehatan, proses penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) dokter akan dipermudah dan disederhanakan. Proses perpanjangan STR dokter tidak perlu lagi setiap 5 tahun sekali.

Dokter hanya perlu mengurus STR satu kali untuk teregistrasi dan berlaku seumur hidup. Sementara SIP tetep berlaku dan diperpanjang setiap 5 tahun sekali.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 27 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia