El Nino Mengancam, BMKG Wanti-wanti Hal Ini
JAKARTA, Investor.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapan peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama fenomena El Nino melanda Indonesia.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, karhutla berpeluang terjadi seperti tahun 2019. Berbeda dengan dulu, mitigasi karhutla sekarang sudah jauh lebih baik.
"Ada, potensi karhutla ada, seperti tahun 2019 kan banyak spot-spot ya titik titik api. Namun insyaallah, karena kita menyiapkan sudah sejak Desember dan wanti-wanti dengan Ibu Menteri LHK (Siti Nurbaya Bakar) sudah menyiapkan TMC, sudah dimulai Februari," ujar Dwikorita di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (9/8/2023).
Meski secara alamiah potensi karhutla sama dengan tahun 2019, dia mengatakan, kesiapan saat ini jauh lebih bagus, sehingga dampaknya diperkirakan tidak akan seperarah karhutla tahun 2019.
Terkait potensi El Nino di Indonesia, Dwikorita menjelaskan, prediksi kian moderat dan efeknya akan terlihat dari kekeringan bakal melanda sebagian besar wilayah Indonesia.
"Kami prediksi puncak musim kemarau yang kekeringan ini akan terjadi di minggu terakhir Agustus. Bahkan, pertengahan Agustus, beberapa wilayah sudah mengalami puncak, tapi tidak serentak di semula wilaya. Dampaknya akan berangsung-angsur disusul wilayah-wilayah lainnya," paparnya.
Dwikorita menambahkan, kekeringan akan terjadi mulai dari wilayah Indonesia bagian Selatan, kemudian diikuti Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua.
"Memang kalau kita lihat di lapangan sungai-sungai sudah kelihatan mulai mengering ya, bantarannya yang biasanya tertutup air, sudah bisa untuk apa ya, mungkin sepak bola kali ya atau bermain voli atau apa ini sudah mulai mengering," katanya.
Namun, Dwikorita menekankan, intensitas fenomena El Nino di Indonesia masih relatif rendah, terlebih wilayah Indonesia sebagian besar meliputi laut. "Karena ini fenomoena global, jadi terjadinya tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain yang terdampak misal India, Thailand, Vietnam itu juga terdampak. Kami kan juga membandingkan dampak ini dengan negara-negara lain. Kita ini kan levelnya paling rendah sehingga di negara lain itu akan lebih parah lagi," jelasnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






