Jumat, 15 Mei 2026

Posisi Prabowo Lebih Kuat di Parlemen Bila Nasdem dan PKB Ikut Koalisi

Penulis : Hendro Situmorang
24 Mar 2024 | 15:30 WIB
BAGIKAN
Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Nasdem Tower, Jumat (22/03/24)
Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Nasdem Tower, Jumat (22/03/24)

JAKARTA, investor.id – Posisi Prabowo-Gibran akan lebih kuat di parlemen bila dapat menggaet Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berkoalisi. Hal ini dapat memperlancar pasangan tersebut menjalankan program-program pemerintah dan menekan resistensi di DPR.

“Jika Prabowo-Gibran sukses merangkul NasDem dan PKB untuk bergabung dengan koalisi, maka daya tawar politik PDIP tidak lagi mahal, karena kekuatan politik Prabowo lebih kuat di parlemen. Apalagi, posisi PPP juga lemah, setelah dinyatakan gagal masuk parlemen," kata Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago ketika dikonfirmasi pada Minggu (24/3/2024).

Pertemuan Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, sekaligus presiden terpilih 2024-2029 dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan disambut dengan ‘”karpet merah” menurut Arifki mempunyai simbol politik. Apalagi sambutan tersebut setelah KPU mengumumkan Prabowo sebagai pemenang pilpres.

ADVERTISEMENT

“Karpet merah ini, sambutan untuk orang yang spesial. Jelas ini simbol politik. Menariknya simbol politik itu diberikan oleh NasDem,“ ujar Arifki.

Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Subianto menarik karena pada momentum yang sama, pasangan capres nomor urut 01 Anies-Imin sedang mempersiapkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Sebenarnya, hal ini yang menyebabkan posisi politik NasDem “mahal” bagi Prabowo. Karena dibalik usaha Anies-Imin menyiapkan gugatan, NasDem punya sikap berbeda.

Selain itu, Surya Paloh dan Prabowo Subianto tentu juga bagian dari efek politik “hak angket” yang masih tarik ulur. Dibalik kemenangan PDI-P di Pileg, partai yang dipimpin oleh Megawati tentu optimis melihat peluang hak angket.

Namun, setelah sebelumnya terjadi tarik ulur posisi antara NasDem dan PDI-P soal hak angket. NasDem sepertinya lebih cepat membaca ruang-ruang kosong, sehingga lebih duluan membangun posisi untuk masuk ke pemerintahan.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia