Urbanisasi di Jakarta Menurun, Jakarta Tak Menarik Lagi bagi Perantau?
TANGERANG, investor.id - B-Universe kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dibawakan langsung oleh Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita bersama sejumlah narasumber dari berbagai kalangan mulai dari pakar, akademisi, hingga pemerintah. FGD kali ini membahas penurunan angka urbanisasi di Jakarta, dengan mengangkat tema ‘Jakarta Tak Menarik bagi Perantau.’
Dijelaskan Enggartiasto, FGD ini secara periodik diselenggarakan untuk mendapatkan wawasan dan informasi, sehingga sebagai media memiliki kewajiban untuk menyampaikan berbagai hal kepada masyarakat yang didasari oleh data, fakta, dan analisa, tidak hanya sekedar menduga-duga.
Menurut Menteri Perdagangan periode 2016-2019 itu, persoalan penurunan angka urbanisasi di Jakarta sangat penting untuk didiskusikan. Berbagai faktor penyebab turunnya angka urbanisasi seperti para pekerja yang melakukan Work From Anywhere, pertumbuhan ekonomi dan fasilitas penunjang di daerah.
"Bagaimana biaya hidup di Jakarta dibandingkan dengan biaya hidup di daerah. Kalau dia bisa mendapatkan income (pendapatan) sedikit lebih rendah, tetapi biaya hidupnya jauh lebih rendah untuk masyarakat para pencari kerja lebih baik mereka tetap di daerah itu (luar Jakarta), itu (faktor) pengurangan," ucapnya di kantor B-Universe, PIK 2, Tangerang, Selasa (23/4/2024).
Dikatakannya, saat ini banyak masyarakat dengan KTP DKI Jakarta tidak lagi tinggal di ibukota, melainkan berada di wilayah aglomerasi seperti Tangerang, Depok, Bekasi, Bogor, maupun Karawang. Berdasarkan data itu, kata Enggartiasto, saat mereka mudik tidak kembali lagi ke Jakarta.
“Tapi berdasarkan data juga mereka yang mudik dari Jakarta, kembali dari mudik dan ada penurunan (angka urbanisasi) maka tentu harus dilihat," tuturnya.
Enggartiasto mengapresiasi upaya pemerintah yang tidak lagi melakukan pembangunan di pulau Jawa saja. Adanya pembangunan di berbagai sektor juga akan mendorong kesejahteraan daerah lainnya menjadi seperti Jakarta.
"Nanti ada lagi pertumbuhan-pertumbuhan mulai dari disebarkannya pariwisata di berbagai daerah, bukan hanya terfokus pada Bali, ada pembangunan kota-kota baru, perpindahan ibukota. Ini memang sesuatu yang direncanakan dan perencanaannya harus lebih tajam," ungkapnya.
Menurut Enggartiasto, dengan meratanya pembangunan yang tengah digenjot pemerintah, penurunan urbanisasi di Jakarta akan berdampak positif, sehingga ke depan masyarakat di berbagai daerah dapat turut serta mengembangkan daerahnya.
"Kami menduga seperti itu bahwa ada penurunan sebagai dampak positif yang tadi kami sampaikan. Ada hal lain misalnya sekarang ada satu kota yang kemudian youtuber itu membuat berbagai hal yang lain itu tidak lagi datang di Jakarta, tetapi ada di daerah ada di kota tersebut dan itu tersebar. Nah itu kan juga sesuatu hal yang positif," jelasnya.
Selanjutnya, Enggartiasto juga menyoroti upaya untuk meningkatkan produktivitas pekerja di Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Pemerataan pendidikan di Jakarta dengan daerah lainnya juga harus menjadi prioritas pemerintah.
"Yang menjadi persoalan adalah sekarang bagaimana tingkat produktivitas dari para pekerja kita tidak kalah dengan Vietnam, bagaimana sekarang pendidikan kita mampu menjawab kebutuhan itu, karena pendidikan terjadi disparitas perbedaan yang begitu jauh antara pendidikan yang ada di Jakarta, misalnya ada di pusat kota-kota besar dan juga yang ada di daerah," kata Enggar.
FGD ini dihadiri Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono, Guru Besar Sosiologi UI Paulus Wirutomo, Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Nirwono Joga, Ekonom Binus University Mochamad Ikhsan Modjo, Kepala Dinas Dukcapil Pemprov DKI Jakarta Budi Awaluddin, serta Direktur Regional I Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bappenas Abdul Malik Sadat.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Tag Terpopuler
Terpopuler





