Jumat, 15 Mei 2026

Bank Indonesia: Transaksi QRIS Meroket 226,54%

Penulis : Grace El Dora
17 Jul 2024 | 16:38 WIB
BAGIKAN
Manajemen Bank Indonesia bersama Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq (tiga kanan) memindai kode batang pada pembukaan pekan QRIS nasional di Banda Aceh, Aceh pada Sabtu (20/8/2022). (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Manajemen Bank Indonesia bersama Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq (tiga kanan) memindai kode batang pada pembukaan pekan QRIS nasional di Banda Aceh, Aceh pada Sabtu (20/8/2022). (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam setahun terakhir. Transaksi QRIS meroket 226,54% dari tahun ke tahun (YoY).

“Transaksi QRIS tumbuh 226,54% YoY, dengan jumlah pengguna mencapai 50,50 juta dan jumlah merchant 32,71 juta,” papar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta pada Rabu (17/7/2024).

Berbeda dengan QRIS yang melonjak tajam, transaksi ATM/D dan kartu kredit mengalami penurunan. Transaksi pembayaran yang menggunakan kartu ATM/D turun 8,42% secara YoY menjadi 1.759,92 juta transaksi. Sementara transaksi kartu kredit tumbuh 20,92% YoY mencapai 114,31 juta transaksi.

ADVERTISEMENT

Adapun transaksi digital lainnya juga mengalami peningkatan. Dari sisi nilai besar, transaksi Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) meningkat 13,42% secara YoY, sehingga mencapai Rp 42.008,08 triliun.

Dilihat dari sisi ritel, volume transaksi BI-FAST tumbuh positif 67,79% secara YoY mencapai 785,95 juta transaksi.

Transaksi digital banking tercatat sebanyak 5.363,00 juta transaksi atau tumbuh sebesar 34,49% secara YoY. Sementara itu, transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 39,42% secara YoY mencapai 3.958,53 juta transaksi.

Adapun dari sisi pengelolaan uang rupiah, BI melaporkan jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbh 6,61% secara YoY ke angka Rp 1.057,8 triliun.

“Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II-2024 tetap kuat, didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” tambah Perry.

Ia memastikan BI terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Sedangkan pada sistem pembayaran, kebijakan diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia