Jumat, 15 Mei 2026

KSSK Optimis Rupiah Akan Menguat

Penulis : Grace El Dora
2 Aug 2024 | 14:54 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati memaparkan realisasi APBN hingga Mei 2024 dalam konferensi pers APBN KiTa yang dipantau secara daring di Jakarta pada Kamis (27/6/2024). (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia)
Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati memaparkan realisasi APBN hingga Mei 2024 dalam konferensi pers APBN KiTa yang dipantau secara daring di Jakarta pada Kamis (27/6/2024). (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia)

JAKARTA, investor.id – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) optimist nilai tukar rupiah bakal bergerak stabil dan akan cenderung menguat.

“Ke depan, nilai tukar rupiah diprakirakan bergerak stabil dengan kecenderungan menguat,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Jumat (2/8/2024).

Per 26 Juli 2024, nilai tukar rupiah menguat 0,52% secara month to date (MTD) dibandingkan posisi akhir Juni 2024. Jika dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, nilai tukar rupiah melemah 5,48% sejak awal tahun (year to date/ YTD), sejalan dengan kondisi global.

ADVERTISEMENT

Namun demikian, pelemahan nilai tukar rupiah masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara-negara kawasan Asia Pasifik. Won Korea, misalnya, telah turun 6,93% secara YTD dan yen Jepang turun 8,27%.

Sri Mulyani mengatakan, kecenderungan menguatnya rupiah ke depan sejalan dengan menariknya imbal hasil (yield), rendahnya inflasi yang berada di level 2,13% pada Juli 2024, dan membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di samping itu, Bank Indonesia (BI) terus berkomitmen menstabilkan nilai tukar rupiah turut mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing.

“Nilai tukar rupiah menguat dipengaruhi bauran kebijakan moneter yang ditempuh BI dalam memitigasi dampak rambatan global,” ungkapnya.

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2024 meningkat menjadi sebesar US$ 140,2 miliar, setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk memperkuat strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).

Selain itu, BI juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia