Jumat, 15 Mei 2026

KPK Bayi Reformasi, Bukan Anak Kandung Pemerintahan Megawati

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
12 Sep 2024 | 20:00 WIB
BAGIKAN
Agenda media gathering KPK, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/9/2024).
Agenda media gathering KPK, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/9/2024).

BOGOR, investor.id – Inisiatif pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih sering diperdebatkan. Ketua Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango menegaskan lembaga yang dipimpinnya saat ini merupakan bayi hasil reformasi.

Dia menekankan KPK bukan anak kandung pemerintahan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.

“Jadi tolong jangan dibolak-balik. Bayi ini adalah bayi reformasi. Bayi yang karena tuntutan reformasi, dilahirkan di zaman pemerintahan Megawati. Itu yang benar,” kata Nawawi saat agenda media gathering KPK, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/9/2024).

ADVERTISEMENT

Nawawi berdalih, pembentukan KPK merupakan perintah undang-undang (UU). Dia pun meminta publik memahami terkait kelahiran KPK, informasi mengenai hal ini jangan diputarbalikkan.

“Jangan dibalik. Seakan-akan bayi ini anak kandung pemerintahan Megawati yang lahir di zaman reformasi,” ungkap Nawawi.

Nawawi menekankan, pembentukan KPK merupakan tindak lanjut atas terbitnya Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Pasal 43 UU Tipikor memerintahkan pembentukan KPK paling lambat dua tahun setelah UU disahkan. 

“Nanti dia dilahirkan pada 27 Desember 2002 dengan UU 30 (tahun) 2002. Bayi itu terlambat lahir 1 tahun 4 bulan,” ujar Nawawi.

Untuk itu, Nawawi menekankan KPK lahir karena adanya tuntutan reformasi.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia