KPK akan Lelang Kendaraan Mewah Terkait Kasus TPPU Rita Widyasari
JAKARTA, investor.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang sejumlah mobil dan motor mewah yang disita dalam kasus yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari. Beberapa kendaraan yang akan dilelang di antaranya mobil McLaren dan Porsche lalu motor Harley Davidson serta Vespa
KPK mengeklaim lelang di tahap penyidikan diperbolehkan. Deretan kendaraan mewah itu adalah barang bukti kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Rita Widyasari.
“Lelangnya ini akan dilaksanakan pada saat penyidikan, karena memang diperbolehkan seperti itu,” kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur, Jumat (27/9/2024).
Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi), Mungki Hadipratikto disebut sudah menjalin koordinasi dengan Direktorat Penyidikan mengenai rencana lelang dimaksud. Lelang tersebut rencananya akan dilaksanakan pada akhir tahun nanti.
“Seingat saya itu ada roda empat berbagai macam jenis mulai dari Porsche kalau tidak salah, ada McLaren, kemudian ada yang lain, kemudian ada juga roda dua dari Harley sampai skuter Vespa,” ujas Asep.
Diketahui, KPK mengakui telah menggeledah banyak lokasi terkait kasus RitaWidyasari. Penggeledahan dilakukan di Jakarta dan sekitarnya pada 13-17 Mei 2024, Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara pada tanggal 27 Mei 2024 sampai 6 Juni 2024.
"Penggeledahan dilakukan pada sembilan kantor dan 19 rumah," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, Sabtu (8/6/2024).
Tim penyidik KPK menyita banyak bukti dari penggeledahan kali ini. Bukti tersebut diduga punya kaitan dengan kasus Rita Widyasari.
"Bahwa dari rangkaian penggeledahan tersebut, penyidik KPK telah melakukan penyitaan berupa, kendaraan bermotor (72 mobil dan 32 motor)," ungkap Tessa.
Tim penyidik KPK turut menyita aset tanah dan/atau bangunan di enam lokasi serta ratusan dokumen dan barang bukti elektronik. Uang senilai miliaran rupiah juga turut disita KPK dalam penggeledahan kali ini.
"Uang dalam mata uang rupiah senilai Rp 6,7 milyar dan dalam mata uang US$ dan mata uang asing lainnya senilai total kurang lebih Rp 2 miliar," ujar Tessa.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






