Jumat, 15 Mei 2026

KPK Duga Yayasan Penerima Dana CSR BI Punya Kaitan dengan Anggota DPR

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
31 Des 2024 | 12:04 WIB
BAGIKAN
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/9/2024).

JAKARTA, investor.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga sejumlah yayasan yang menerima aliran dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) punya kaitan dengan anggota DPR. Hal ini yang tengah KPK dalami untuk mengungkap kasus ini.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur menerangkan, aliran dana CSR tersebut mekanismenya melalui yayasan. Jadi orang tersebut (anggota DPR) memiliki yayasan seperti yayasan anak yatim, dhuafa, dsb. Dana CSR tersebut lalu ditujukan kepada yayasan yang sudah dipilih atau direkomendasikan, padahal masih terafiliasi dengan anggota DPR tersebut.

"Misalkan saya punya yayasan, saya sendiri punya yayasan, 'sudah ke yayasan c saja'. Nah itu tapi kan sama-sama tetap di yayasan. Artinya CSR itu sama-sama tetap di yayasan. Tapi untuk yayasan itu adalah afiliasi dengan saya atau saya misalkan menunjuk saja, itu yang sedang kita dalami," ungkap Asep di Jakarta, Senin (30/12/2024).

ADVERTISEMENT

KPK juga menelusuri seputar mekanisme pemilihan yayasan yang mendapatkan dana CSR. Spesifiknya yang tengah didalami yakni soal adanya pemberian rekomendasi yayasan yang menerima dana CSR.

"Bisa kan menunjuk 'yayasan ini yayasan ini silakan'. Dianya tidak terlibat. Tapi kalau yayasan milik saya atau saya misalkan meng-hire saudara saya untuk bikin yayasan atau misalkan kenalan saya bikin yayasan, nah ada afiliasi dengan saya, nah itu balik lagi seperti itu," sambungnya. 

Sebelumnya, anggota DPR dari fraksi Partai Nasdem, Satori (ST) rampung diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/12/2024). Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI).

Seusai rampung diperiksa KPK, Satori menyebut ada pemakaian dana CSR BI untuk program kegiatan sosialisasi di daerah pemilihan (dapil).

“Programnya kegiatan sosialisasi di dapil,” kata Satori di gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2024).

Satori menyebutkan dana CSR dimaksud mengalir lewat yayasan. Seluruh anggota Komisi XI pun dia sebut menerima program dimaksud.

“Semua anggota Komisi XI programnya itu dapat. Bukan kita aja,” ujar Satori.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia