Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi Optimistis Approval Rating 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Bagus

Penulis : Wijayanti Putri
16 Jan 2025 | 14:31 WIB
BAGIKAN
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) saat ditemui awak media di kediamannya di Jalan Kutai Utara No.1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu, 15 Januari 2025. (Beritasatu.com/Wijayanti Putri)
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) saat ditemui awak media di kediamannya di Jalan Kutai Utara No.1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu, 15 Januari 2025. (Beritasatu.com/Wijayanti Putri)

SOLO, investor.id – Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka beberapa hari lagi memasuki usia 100 hari. Biasanya 100 hari kerja dianggap awal untuk menilai gebrakan apa saja yang dibuat presiden dan wakil presiden.

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis kinerja 100 hari Pemerintahan Prabowo-Gibran akan mendapat rating penilaian yang bagus. 

“Optimis sangat optimis,” ujarnya saat ditanya awak media di kediamannya di Jalan Kutai Utara no.1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/1/2025).

ADVERTISEMENT

Optimisme Jokowi tersebut salah satunya dilandasi fakta yang dia lihat dari kalangan masyarakat bawah alias akar rumput.

“Ya kalau dari yang saya baca di akar rumput, di grassroot, di rakyat, kita lihat sangat bagus dan nanti akan kelihatan lah, nanti disurvei kinerja ya approval ratingnya berapa. Kalau perasaan saya feeling saya sangat bagus,” kata dia. 

Namun saat diminta memberikan angka penilaian secara pribadi, Jokowi enggan memberikan penilaiannya. Menurutnya, penilaian tidak bisa hanya diberikan oleh satu orang saja. 

“Ya nggak bisa dong itu yang menilai keseluruhan dari rakyat kita. Saya nggak bisa (memberikan penilaian secara pribadi), wong ini negara besar ditanyakan ke satu orang tidak mewakili,” ucap Jokowi.

Namun berdasarkan dari yang dilihatnya di grassroot dukungan atas kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran sangat bagus. Hal itu bisa dilihat salah satunya dari program Makan Bergizi Gratis dan kebijakan lainnya terkait ekonomi makro.

“Dukungan untuk kinerja Presiden Prabowo sangat bagus sekali. Program Makan Bergizi Gratis bagus, kemudian penanganan ekonomi makronya juga sangat baik. Karena apapun kalau kita lihat di negara lain misalnya di Eropa, negara-negara besar saja sudah masuk jurang resesi, jadi harus kita syukuri bahwa ekonomi kita masih tumbuh di sekitar 5% sangat bagus,” ungkapnya. 

Terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, Jokowi pun meminta masyarakat melihat sendiri nantinya.

“Nanti dilihat nanti dilihat,” pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia