Jumat, 15 Mei 2026

Dua Mantan Dirut Pertamina Jalani Pemeriksaan KPK terkait Kasus PGN

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
18 Feb 2025 | 14:36 WIB
BAGIKAN
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan saksi atas nama Elia Massa Manik (EMM) dan Dwi Soetjipto, Selasa (18/2/2025).
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan saksi atas nama Elia Massa Manik (EMM) dan Dwi Soetjipto, Selasa (18/2/2025).

JAKARTA, investor.id – Dua mantan direktur utama (dirut) PT Pertamina menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (18/2/2025). Keduanya hendak dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi dalam kerja sama jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Inti Alasindo Energi (IAE).

Elia Massa Manik (EMM) dan Dwi Soetjipto akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Dwi merupakan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina periode 2014-2017. Sedangkan Elia menjabat Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina periode 2017-2018. 

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, Selasa (18/2/2025).

ADVERTISEMENT

Untuk kasus yang sama, tim penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan saksi lainnya yakni Komisaris PT Pertamina periode tahun 2016-2018, Edwin Hidayat Abdullah (EHA) dan Komisaris PT PGN periode tahun 2016-2018, Fajar Harry Sampurno (FHS).

Dalam kasus ini, mantan Menteri BUMN, Rini Soemarno mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/2/2025). Dia telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kerja sama jual beli gas antara PT PGN dan PT IAE. 

Dari pantauan, Rini rampung diperiksa sekitar pukul 15.15 WIB. Kepada awak media, dia mengaku telah diperiksa sebagai saksi.

"Saksi, sambil ngobrol-ngobrol sambil makan siang," kata Rini seusai pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/2/2025).

Rini enggan berbicara lebih detail soal materi pemeriksaannya kali ini. Namun, dia mengaku dimintai konfirmasi seputar siapa saja pejabat di lingkup PGN.

"Pokoknya mengenai beberapa informasi nama dirutnya siapa ini-ini. Ada yang masih ingat, ada yang lupa, sudah lebih dari 10 tahun," ujar Rini.

Rini turut menyinggung soal adanya pertanyaan ketika PGN diakuisisi oleh Pertamina. Dia mengatakan akuisisi tersebut sesuai dengan program pemerintah.

"Program itu adalah program pemerintah betul untuk PGN diakuisisi," ungkapnya.

KPK membenarkan tengah menyidik terkait jual beli gas di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN. KPK mengendus adanya kerugian keuangan negara dalam jual beli gas tersebut.

Dugaan kerugian keuangan negara tersebut kini tengah didalami lebih lanjut demi memperoleh angka konkretnya. Hanya saja, sejauh ini KPK menduga kerugian keuangan negara yang timbul mencapai ratusan miliar rupiah.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia