Jumat, 15 Mei 2026

Ketua KPK Imbau Kepala Daerah Kurangi Protokoler untuk Efisiensi Anggaran

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
5 Mar 2025 | 16:49 WIB
BAGIKAN
Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (24/12/2024). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (24/12/2024). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

JAKARTA, investor.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto mewanti-wanti kepala daerah untuk mengurangi protokolernya. Hal itu tak lepas dari kebijakan pemerintah pusat yang tengah gencar melakukan efisiensi anggaran.

Setyo menilai pengurangan protokoler saat kunjungan kepala daerah bagian dari upaya melakukan efisiensi di pemerintahan daerah.

“Jangan sampai pasukannya terlalu banyak. Ada protokol, ada sespri, ada ADC, ada operator, ada driver, ada co-driver, ada co-pilot, dan lain-lain banyak sekali," kata Setyo saat agenda peluncuran indikator Monitoring Center for Prevention (MCP) di Jakarta, Rabu (5/3/2025).

ADVERTISEMENT

Setyo pun mengungkapkan, pihaknya telah melakukan efisiensi sejak 2018. Dia mengeklaim di internal KPK tidak terlalu banyak personel protokoler.

"2018 saya masuk sini sudah efisien. Enggak ada kami terlalu banyak protokoler," ujar Setyo.

Dijelaskan Setyo, dirinya tidak membawa banyak rombongan ketika mengikuti agenda retreat kepala daerah di Magelang. Dia pun mengaku tak ada masalah selama mengikuti agenda tersebut.

"Bayangkan kalau semua orang itu mendapatkan honor perjalanan dinas. Saya kemarin ke Magelang hanya berdua saja. Baik-baik saja, Alhamdulilah, lancar, tidak ada masalah. Kira-kira seperti itu soal efisiensi," ungkap Setyo.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia