Jumat, 15 Mei 2026

Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Ruang Jawa Barat

Penulis : Basudiwa Supraja
8 Mar 2025 | 21:41 WIB
BAGIKAN
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (B-Universe/Basudiwa Supraja)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (B-Universe/Basudiwa Supraja)

BOGOR, investor.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyad, bakal lakukan evaluasi tata ruang provinsi. Langkah ini dilakukan buntut perkara dari wisata Hibisc Fantasy di Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor.

"Hari Kamis kita ngumpulin seluruh stakeholder di Kabupaten Bogor. Setelah itu kita akan melakukan evaluasi tata ruang ke Provinsi Jawa Barat," kata Dedi saat melakukan pantauan ke Hibisc, Sabtu (8/3/2025).

Dedi bersama tim kembali melakukan peninjauan proses pembongkaran Hibisc yang dimulai sejak Jumat (7/3/2025). Sebelumnya, kawasan wisata tersebut sudah disegel sejak Kamis (6/3/2025).

ADVERTISEMENT

Wisata Hibisc diketahui merupakan pariwisata yang dinaungi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dikelola PT Jaswita Lestari Jaya (JLJ), anak perusahaan dari PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar. Namun proyek tersebut nyatanya melanggar aturan. 

Ada 25 bangunan yang tak berizin dari total 39 bangunan yang berdiri. Selain itu, Hibisc juga terbangun seluas 15.000 meter dari jatah yang dibolehkan sebesar 4.800 meter.

Melihat hal tersebut, Dedi pun meminta peninjauan kembali terhadap tata ruang di Jawa Barat. Dia juga meminta akademisi untuk mengerjakan dan menganalisis tata ruang di Jawa Barat.

"Polanya dibalik. Kalau dulu tata ruang kan disusun ke Kabupaten Kota. Sekarang yang mengerjakan tata ruang saya akan minta ITB. Untuk menganalisi seluruh tata ruang Jawa Barat," lanjutnya.

Dalam proses riset itu juga nantinya akan diikuti oleh para pihak dari kabupaten kota. Dedi pun berjanji akan mengevaluasi persoalan yang terjadi saat ini.

"Nanti berdasarkan riset itu diikuti oleh Kabupaten Kota. Semua dievaluasi. Bisa dipastikan itu," paparnya.

Realokasi Anggaran Rp 5,5 Triliun, Dedi Mulyadi Prioritaskan Program Prorakyat

Saat ini kawasan Hibisc mulai direboisasi kembali. Penanaman dilakukan di area pintu masuk kawasan wisata seluas 15.000 meter tersebut. Sejumlah petugas dari Dinas Kehutanan berbondong-bondong berestafet melakukan penanaman sejumlah tumbuhan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian alam. Mengingat kawasan Hibisc sebelumnya merupakan lokasi kebun teh yang berfungsi juga sebagai area resapan air.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia