Jumat, 15 Mei 2026

Realokasi Anggaran Rp 5,5 Triliun, Dedi Mulyadi Prioritaskan Program Prorakyat

Penulis : Celvin M. Sipahutar
20 Feb 2025 | 15:47 WIB
BAGIKAN
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi setelah dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi setelah dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025).

JAKARTA, investor.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengatakan telah merealokasi anggaran belanja pemerintah provinsi Jawa Barat senilai Rp 5,5 Triliun. Realokasi ini merupakan tindak lanjut instruksi presiden terkait kebijakan efisiensi anggaran.

"Per tadi malam, (realokasi) itu bisa mencapai Rp 5,5 triliun. Kami berharap bisa mencapai angka Rp 6 triliun dalam waktu dua hari ke depan," ujar Dedi setelah dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Dedi menjelaskan, efisiensi kebijakan anggaran yang dilakukannya untuk mengalihkan belanja yang tidak penting menjadi belanja penting.

ADVERTISEMENT

Dari realokasi yang telah berhasil dilakukan, Dedi mengaku belanja daerah yang sifatnya mubazir dan terbukti tidak bermanfaat seperti seminar, kunjungan kerja, studi banding sudah dilaihkan untuk program-program yang prorakyat.

Dedi mengatakan akan memprioritaskan sejumlah program seperti pembangunan sekolah, belanja infrastruktur jalan, pengadaan listrik untuk warga miskin, merenovasi rumah warga miskin, membangun rumah sakit baru, puskesmas baru, hingga belanja 200 unit mobil ambulans untuk daerah terpencil di Jawa Barat.

Selain itu, Dedi juga akan memfokuskan anggaran untuk ketahanan pangan hingga membuat program untuk memberantas oknum ormas yang gemar melakukan pungutan liar (pungli).

"Kami menyiapkan pembiayaan guna melindungi para pengusaha dengan istilah operasi Jabar Manunggal yaitu mendorong perusahaan-perusahaan untuk kami dampingi agar tidak terganggu oleh oknum-oknum ormas,” ujar Dedi.  

Pendampingan itu, lanjut Dedi, agar tidak diganggu saat mulai pembebasan tanah, ketika pembangunan, ketika rekrutmen tenaga kerja melalui caloan tenaga kerja, juga produksi limbah ketika perusahaan berproduksi.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia