Kamis, 14 Mei 2026

SBY Sebut Perang Dagang Trump Berpengaruh ke Indonesia

Penulis : Juan Guardiola
23 Apr 2025 | 10:39 WIB
BAGIKAN
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat wawancara usai ajaran direksi B-Universe beraudiensi di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Selasa (22/4/2025) malam. (Foto: B-Universe Photo/ Joanito De Saojoao)
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat wawancara usai ajaran direksi B-Universe beraudiensi di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Selasa (22/4/2025) malam. (Foto: B-Universe Photo/ Joanito De Saojoao)

BOGOR, investor.id – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan perang dagang berpengaruh ke Indonesia. Ketegangan global yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan berpengaruh terhadap ekonomi banyak negara termasuk Indonesia.

“Langsung atau tidak langsung, besar atau kecil, cepat atau lambat pasti ada pengaruhnya terhadap Indonesia. Contoh perang tarif yang diinisiasi oleh Presiden Trump dari Amerika Serikat, Indonesia pun kena,” papar SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat (Jabar) , Selasa (22/4/2025).

Hal itu disampaikan setelah SBY menerima kunjungan audiensi Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita beserta jajaran direksi. Pertemuan itu membahas berbagai topik hangat seputar perkembangan dunia terkini, mulai dari perekonomian dunia, peperangan geopolitik, hingga situasi di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

Salah satu yang menjadi sorotan dalam diskusi itu adalah kenaikan tarif impor AS terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia. Perang tarif tersebut berpotensi menghambat lajunya perdagangan barang atau komoditas Indonesia.

SBY menekankan pentingnya berbagai opsi antisipasi yang dipersiapkan oleh pemerintah untuk mengatasi sejumlah permasalahan global yang sedang terjadi. Penting bagi Indonesia untuk betul-betul mencermati perkembangan dunia dan mengaitkan dengan kondisi ekonomi negara, sehingga dampaknya bisa ditelaah dengan baik.

“Sangat mungkin juga bagi Indonesia kalau ini sebuah krisis bisa diubah menjadi peluang bagi perekonomian,” imbuh mantan presiden Indonesia itu.

Namun apabila dampak yang dihasilkan ternyata buruk atau negatif, jelas SBY, maka pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang solutif.

Misalnya bernegosiasi dengan AS terkait pengenaan tarif impor kepada Indonesia dan bertemu dengan pemimpin ASEAN untuk mencari solusi bersama seperti yang telah dilakukan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

“Kita semua sayang pada negeri sendiri, kita ingin ekonomi kita terjaga dan ada dampak. Insya Allah ada solusinya,” tegas SBY.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 9 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 18 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 35 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia