ISEI Dorong Investasi Hilirisasi Perikanan dan Penguatan Rantai Pasok
Ia mendorong diversifikasi produk olahan hasil laut seperti pangan fungsional berbasis rumput laut, kosmetik berbahan alami, hingga biofarmasi kelautan, sebagai jalan untuk meningkatkan nilai tambah sektor ini.
Menurutnya, pengembangan industri perikanan masa depan harus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan (sustainability) dan berbasis pada inovasi teknologi.
Dalam diskusi ini, para peserta mengidentifikasi sejumlah tantangan utama yang perlu segera diatasi.
Antara lain dominasi ekspor produk dalam bentuk bahan mentah yang mencapai 61% dari total ekspor hasil laut Indonesia, ketidakpastian pasokan bahan baku akibat bergantung pada musim perikanan tangkap, tingginya biaya logistik nasional, serta rendahnya tingkat industrialisasi berbasis kelautan.
Di sisi lain, ada peluang besar terbuka dengan pasar global yang terus tumbuh untuk produk perikanan olahan berkualitas tinggi. Ini beriringan dengan meningkatnya tren konsumsi makanan sehat dan alami.
Kegiatan ini menghasilkan beberapa rekomendasi strategis untuk mendorong percepatan hilirisasi perikanan nasional, antara lain:
- Membangun ekosistem investasi sektor hilir berbasis kemitraan multipihak (akademisi-bisnis-pemerintah);
- Mengembangkan kawasan industri pengolahan hasil laut terpadu berbasis pada efisiensi logistik dan cold chain infrastructure;
- Mempercepat inovasi diversifikasi produk perikanan melalui riset terapan dan pengembangan teknologi pengolahan;
- Mengharmonisasi kebijakan lintas sektor antara kelautan, industri, perdagangan, dan investasi;
- Memperkuat peran pemerintah daerah dalam pembangunan klaster industri perikanan lokal;
- Meningkatkan diplomasi perdagangan untuk membuka akses ekspor produk olahan ke pasar global.
Hasil dari diskusi ini akan disusun dalam bentuk policy brief sebagai masukan resmi kepada para pemangku kebijakan nasional guna mempercepat transformasi sektor kelautan dan perikanan sebagai bagian dari agenda besar reindustrialisasi ekonomi Indonesia.
“ISEI berkomitmen untuk terus menjadi katalisator dalam memperkuat hilirisasi industri perikanan, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis sumber daya kelautan yang berkelanjutan, serta mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” demikian sebagai penegasan keterangan resmi ISEI yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/4/2025).
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





