Jumat, 15 Mei 2026

DPR Ingatkan BPJS Kesehatan Bisa Defisit Rp 20 Triliun akibat Kenaikan Peserta Nonaktif 

Penulis : Ilham Oktafian
13 Mei 2025 | 12:38 WIB
BAGIKAN
Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melayani warga saat pengurusan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Aceh, Jumat (4/10/2024). BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta JKN hingga 1 Agustus 2024 telah mencapai 276.520.647 jiwa atau 98,19% dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 kepesertaan JKN. (Foto: ANTARA FOTO/Khalis Surry/YU)
Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melayani warga saat pengurusan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Aceh, Jumat (4/10/2024). BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta JKN hingga 1 Agustus 2024 telah mencapai 276.520.647 jiwa atau 98,19% dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 kepesertaan JKN. (Foto: ANTARA FOTO/Khalis Surry/YU)

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menyoroti jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) nonaktif yang meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan jumlah non aktif ini diperkirakan menyebabkan BPJS Kesehatan berpotensi defisit hingga Rp20 Triliun.

Diketahui, jumlah peserta JKN nonaktif per Maret 2025 mencapai 56,8 juta peserta. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun 2024 dimana ada 55,4 juta peserta JKN nonaktif. Artinya ada kenaikan 1,4 juta peserta nonaktif. 

Menurut Yahya, BPJS Kesehatan harus menyikapi hal tersebut secara serius. Pasalnya, dari 56,8 juta peserta JKN nonaktif, mengakibatkan potensi defisit hingga Rp20 triliun.

ADVERTISEMENT

"Ini harus serius ditangani oleh BPJS Kesehatan. Sebab berpengaruh terhadap pendapatan BPJS Kesehatan. Sekarang potensi defisit sekitar Rp20 triliun," ujar Yahya saat dihubungi Selasa (13/5/2025).

Yahya menjelaskan, jumlah peserta JKN nonaktif dikelompokkan menjadi dua kategori. Yakni peserta yang enggan membayar dan tak mampu membayar. Dia meminta BPJS membuat langkah jitu untuk menangani dua kelompok tersebut. Tujuannya, agar defisit BPJS tak makin membengkak.

"Saya mengusulkan bagi mereka yang benar-benar tidak mampu supaya diputihkan saja. Supaya tidak jadi beban," ungkapnya. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengungkap jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) nonaktif per Maret 2025 mencapai 56,8 juta peserta.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan apabila jumlah peserta nonaktif yang menunggak bertambah, hal tersebut memicu beban bagi Kementerian Kesehatan.

Kunta khawatir, beban tersebut berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang masih aktif dalam JKN.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia