Danantara Incar Perombakan Besar-besaran 800 Perusahaan Pelat Merah
JAKARTA, investor.id – Dana kekayaan Indonesia Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sedang meninjau operasi lebih dari 800 perusahaan negara dan anak perusahaan sebagai bagian dari perombakan besar-besaran. Langkah ini kemungkinan akan melibatkan merger dan penutupan.
“Perusahaan milik negara telah membangun konglomerat mini mereka sendiri,” kata COO Danantara Dony Oskaria sebagaimana dana tersebut dikenal dalam sebuah forum Selasa (20/5/2025).
Ia mencontohkan PT Telkom Indonesia yang memiliki sekitar 200 anak perusahaan, pengelola bandara PT Angkasa Pura, dan operator kereta api PT Kereta Api Indonesia yang juga menjalankan unit mereka sendiri.
Peninjauan tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2025. Rencananya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melakukan klasifikasi berdasarkan sektor dan mengidentifikasi perusahaan yang berkinerja buruk. Masing-masing perusahaan akan menerima peta jalan (road map) berfokus pada optimalisasi bisnis yang mungkin mencakup investasi swasta.
Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah perusahaan milik pemerintah menjadi sekitar 200 perusahaan yang kompetitif dan berorientasi global, kata Dony.
Diluncurkan pada Februari 2025, Danantara merupakan bagian penting dari strategi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pertumbuhan tahunan hingga 8% selama masa jabatannya. Dana tersebut mengawasi portofolio luas perusahaan-perusahaan negara besar, termasuk bank-bank papan atas, perusahaan-perusahaan energi dan pertambangan. Para eksekutif mengatakan, Danantara pada akhirnya dapat mengelola aset senilai lebih dari US$ 1 triliun atau sekitar Rp 14 ribu triliun.
Dana tersebut harus mengatasi kesenjangan kinerja yang lebar di antara perusahaan-perusahaan negara. Sementara pemberi pinjaman negara telah membukukan laba, perusahaan-perusahaan seperti PT Garuda Indonesia dan PT Waskita Karya tetap terbebani oleh utang.
Danantara menargetkan dividen tahunan sebesar Rp 170 triliun (US$ 10 miliar) untuk investasi ulang, meskipun untuk tahun ini Danantara mungkin hanya menghasilkan sekitar Rp 120 triliun. "Kami masih dalam proses memilih proyek-proyek yang layak," ungkap Oskaria.
Awal bulan ini, Bloomberg melaporkan Danantara sedang dalam pembicaraan dengan Eramet SA dari Prancis untuk potensi investasi bersama di pabrik nikel.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






