Jumat, 15 Mei 2026

Disebut Terima Jatah Uang Judol, Budi Arie: Gusti Allah Mboten Sare

Penulis : Yustinus Patris Paat
21 Mei 2025 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Mei 2025. (Foto: Yustinus Patris Paat)
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Mei 2025. (Foto: Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi merespons singkat saat ditanya kembali soal tuduhan dirinya menerima uang dari sejumlah oknum pegawai di Kementerian Komunikasi dan Informasi (sekarang Kementerian Komunikasi dan Digital). Budi disebut mendapat jatah 50% uang hasil perlindungan situs judi online (judol).

Budi hanya mengatakan bahwa Tuhan tidak tidur atas narasi jahat yang dituduhkan kepadanya.

"Nanti aja, itu tenggelam. Gusti Allah mboten sare, Tuhan tidak tidur," ujar Budi saat dikonfirmasi wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/5/2025). 

ADVERTISEMENT

Budi Arie enggan berkomentar lagi meskipun dirinya dicecar pertanyaan soal dugaan keterlibatannya di kasus judi online. Menurut dia, tuduhan tersebut hanya lagu lama, tetapi kaset rusak.

Nama Budi Arie Setiadi belakangan ini sempat heboh karena muncul dalam surat dakwaan kasus mafia akses judi online pada persidangan yang sudah berlangsung pada Rabu, 14 Mei 2025 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Budi Arie yang saat itu masih menjabat Menkominfo disebutkan meminta Zulkarnaen untuk merekrut orang yang akan bertugas mengumpulkan data website perjudian online hingga jaksa menyebut Budi Arie mendapatkan jatah. 

Narasi Jahat

Sebelumnya, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi membantah narasi yang menyebut dirinya menerima 50% uang hasil perlindungan situs judi online yang dilakukan sejumlah oknum pegawai di Kementerian Komunikasi dan Informasi (saat ini Kementerian Komunikasi dan Digital).

"Itu adalah narasi jahat yang menyerang harkat dan martabat saya pribadi. Itu sama sekali tidak benar," ujar Budi Arie, Senin (19/5/2025).

Budi Arie mengatakan, publik mesti jernih melihat narasi jahat ini agar tidak terjebak di dalam pemahaman yang salah. Narasi alokasi 50% uang dari hasil perlindungan situs judi online itu merupakan kongkalikong di antara para tersangka, bukan inisiatif atau permintaan Budi Arie sendiri.

"Jadi, itu omon-omon mereka saja bahwa Pak Menteri nanti dikasih jatah 50%. Saya tidak tahu ada kesepakatan itu. Mereka juga tidak pernah memberi tahu. Apalagi aliran dana. Faktanya tidak ada. Justru ketika itu saya malah menggencarkan pemberantasan situs judol. Boleh dicek jejak digitalnya," jelas dia.

Budi Arie mengaku siap untuk membuktikan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat di dalam praktik perlindungan situs judol itu di proses hukum. 

Menurut dia, ada tiga poin penting yang dapat membuktikan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam perlindungan situs judi online seperti narasi yang beredar.

"Intinya, pertama mereka (para tersangka) tidak pernah bilang ke saya akan memberi 50 persen. Mereka tidak akan berani bilang, karena akan langsung saya proses hukum," ujar Budi Arie.

"Jadi sekali lagi, itu omongan mereka saja, jual nama menteri supaya jualannya laku," lanjut dia sembari tertawa.

Kedua, Budi Arie tidak tahu menahu praktik jahat yang dilakukan mantan anak buahnya itu. Ia baru mengetahui setelah kasus itu diselidiki kepolisian dan terungkap ke masyarakat.

"Ketiga, tidak ada aliran dana dari mereka ke saya. Ini yang paling penting. Bagi saya, itu sudah sangat membuktikan," ujar Budi Arie. 

Budi Arie berharap publik dapat melihat kasus ini secara jernih agar tidak larut di dalam narasi jahat terhadap dirinya. Ia juga berharap penegak hukum bekerja dengan lurus dan profesional sehingga mampu menuntaskan perkara itu.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia