Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil Paparkan Soal Masa Depan Energi di Indonesia

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
26 Mei 2025 | 14:08 WIB
BAGIKAN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keynote speech saat 2025 Energi Mineral Forum di Jakarta, Senin (26/5/2025). (Foto: Investor Daily/ David Gita Roza)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keynote speech saat 2025 Energi Mineral Forum di Jakarta, Senin (26/5/2025). (Foto: Investor Daily/ David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan renungan panjang terkait masa depan energi di Indonesia. Hal ini dia sampaikan dalam acara Energi dan Mineral Forum 2025 yang digelar B-Universe berkolaborasi bersama Kementerian ESDM, di Kempinski Grand Ballroom, Hotel Indonesia, Senin (26/5/2025).

Dia mengatakan, renungan ini datang dari dirinya mewakili anak-anak daerah yang datang ke Jakarta untuk memberi kasih. Berikut adalah pidato lengkapnya.

"Karena ini adalah acara kita bersama, maka saya ingin membacakan atau membacakan hasil renungan saya dari malam. Renungan ini panjang sekali, tapi saya simplifikasi. Renungan dari semacam anak-anak dari daerah datang ke Jakarta, dan mereka ini memberi kasih.

ADVERTISEMENT

Hari ini di forum yang mulia ini, izinkan saya untuk membuka bukan hanya sebuah acara, tetapi percakapan nasional tentang masa depan energi kita. Tentang keadilan, bagi mereka yang menyalakan lampu, bukan karena mewah, tapi karena hak. Kita berbicara tentang swasembada energi, bukan sebagai jargon, tapi sebagai janji.

Janji bahwa tidak ada lagi anak Indonesia yang belajar dalam gelap. Tidak ada ibu yang memasak dengan asap karena gas tak terjangkau. Tidak ada desa yang ketinggalan karena listrik tak pernah datang. Tidak ada nelayan yang kesulitan karena harga yang mencekik.

Apa yang saya sampaikan tadi, saya pernah merasakan. Karena saya lahir dari satu desa di pelosok yang waktu itu tidak ada listrik. Saya lahir hanya lampu pelita dengan bermodalkan botol minuman pakai sumbu dari kain bekas dan memakai minyak tanah. Saya lahir disitu. Saya belajar sampai dengan SMP. Kelas 2 baru saya merasakan. Kelas satu baru merasakan adanya listrik. Jadi Menteri ESDM sekarang itu adalah lahir dan tamat SD SMP SD tanpa listrik.

Bayangkan, dulu listrik datang seperti tamu. Jarang dan hanya sebentar karena sering mati lampu. Hari ini saya berdiri disini bukan untuk menyalahkan masa lalu. Tetapi untuk menyusun masa depan yang lebih terang, lebih adil dan lebih merata.

Kita tidak bisa bicara transformasi energi hanya dari menyalahkan dia. Karena energi bukan hanya milik industri. Tapi milik seluruh rakyat Indonesia. Milik nelayan yang ingin meninginkan ikannya. Milik petani yang ingin menghidupkan pompa. Milik UMKM yang ingin tumbuh dari kios kecil ke pabrik besar.

Bapak ibu sekalian, mari kita akui keadaan perusahaan energi terlalu elitis dan terlalu apa ya, terlalu hebat. Terlalu rumit. Jangankan rakyat, saya pun kadang-kadang merasa terlalu rumit. Terlalu sibuk dengan hitung-hitungan lifting, triliun, billion, dan macam-macam. Padahal rakyat hanya ingin satu hal sederhana. BBM ada, tidak langka. Lampu menyala. Gas tersedia. Biaya tidak berberatkan.

Swasembada energi adalah urusan kita bersama. Dan keadilan energi bukan negeri impian. Tapi arah yang bisa saya setuju jika kita berjalan bersama. Hadirin yang saya hormati, forum ini saya dorong untuk menjadi ruang terbuka. Tidak ada dikotomi antara Migas dan EBT.

Ibu Dirjen dan Pak Dirjen harus saling mengasihi. Tidak ada tempat antara hulu dan milir. Semua duduk setara karena bangsa ini tidak butuh ego sektoral seperti Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita tadi sampaikan. Kita butuh gotong royong. Kita butuh kerjasama. Kita butuh bergandengan tangan. Dan kita butuh hati dan jiwa besar duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, untuk bergandengan tangan dalam menyongsong masa depan yang lebih baik terkait dengan energi.

Saya ingin mengatakan kepada semua, energi, sekali lagi, bukan hanya listrik dan gas atau batu bara. Energi adalah semangat. Energi adalah kesediaan untuk bersama. Energi adalah kepercayaan. Energi adalah api dalam dada yang tidak boleh padam.

Akhirnya, supaya setia dikatakan sebagai pujangga, izinkan saya dalam forum yang terhormat ini untuk menyampaikan bahwa enam bulan pemerintahan Pak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, maka fondasi yang kokoh untuk membangun Indonesia yang adil penuh cinta."

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia