Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil Sebut China Paling Berkomitmen Investasi Hilirisasi Nikel Indonesia

Penulis : Bambang Ismoyo
26 Mei 2025 | 18:05 WIB
BAGIKAN
Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita (kiri) memberikan cenderamata kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai memberikan sambutan dalam pembukaan acara Energi Mineral Forum 2025 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkolaborasi dengan media grup B-Universe di Jakarta, Senin (26/5/2025). (Foto: B-Universe/ Joanito De Saojoao)
Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita (kiri) memberikan cenderamata kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai memberikan sambutan dalam pembukaan acara Energi Mineral Forum 2025 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkolaborasi dengan media grup B-Universe di Jakarta, Senin (26/5/2025). (Foto: B-Universe/ Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut China sebagai salah satu negara yang paling berkomitmen untuk berinvestasi pada sektor hilirisasi nikel di Indonesia. Ini terlepas dari sejumlah negara lain yang telah mengungkapkan minat unntuk investasi di Indonesia.

Awalnya Bahlil mengungkapkan, saat ini pemerintah sedang mendorong program hilirisasi sejumlah komoditas unggulan yang salah satunya nikel. Sebanyak 42% cadangan nikel dunia terdapat di Indonesia, kata Bahlil, sehingga cadangan ini harus dimaksimalkan. Hal ini diungkapkan Bahlil saat menghadiri acara Energi Mineral Forum 2025 di Kempinski Hotel, Jakarta, Senin (26/5/2025).

"Contohnya komoditas hilirisasi sekarang adalah nikel. Dalam berbagai kesempatan saya katakan bahwa nikel itu, 42 persen cadangan nikel dunia ada di Indonesia," paparnya, Senin.

ADVERTISEMENT

Bahlil menerangkan, saat belum ada program hilirisasi yang terpadu, nilai ekspor nikel Indonesia pada 2017-2018 kurang lebih hanya sekitar US$ 3,3 miliar. Namun, pemerintah kemudian menghentikan ekspor komoditas nikel dalam bentuk raw material (bahan mentah) dan mulai mendorong hilirisasi agar dapat memberikan nilai tambah. Hasilnya, nilainya meningkat drastis. Sebagai contoh, nilai ekspor komoditas nikel pada 2023 mencapai US$ 34 miliar dan pada 2024 naik menjadi US$ 40 miliar.

Di 2023, ekspor kita dari hasil hilirisasi nikel, itu sudah mencapai US$ 34 miliar dolar AS dan di 2024 kemarin, hampir US$ 40 miliar," kata Bahlil. Ia menyebutkan, nikel merupakan komoditas mineral kritis yang peminatnya cukup banyak dari sejumlah negara. Diketahui, nikel merupakan salah satu bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) yang saat ini penggunanya terus meningkat.

Hingga saat ini, perusahaan asal China disebut sebagai investor yang paling komitmen untuk mengembangkan dan berinvestasi pada ekosistem kendaraan listrik nasional. Adapun, beberapa perusahaan yang dimaksud seperti CATL serta BYD. "Nah kebetulan, yang mau setia ini investasi dari China. Ya daripada ibarat cewek dan cowok daripada PHP terus (investor dari negara lain)," tandasnya. 

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia