Jumat, 15 Mei 2026

Menteri PU Andalkan Pembiayaan Kreatif Danai Infrastruktur

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
3 Jun 2025 | 19:40 WIB
BAGIKAN

JAKARTA, investor.id – Pembiayaan Kreatif (creative financing) menjadi solusi alternatif untuk mendanai pembangunan infrastruktur berkelanjutan, di tengah efisiensi anggaran yang ditetapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, berdasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, proyeksi kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencapai Rp 1.905,3 triliun. Dalam memenuhi kebutuhan dana tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan.

"Tantangan pembiayaan infrastruktur masih akan berlanjut. Dengan keterbatasan fiskal pada hari ini, baik APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) maupun APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), diperkirakan masih terdapat funding gap sebesar Rp 753 triliun," papar Dody dalam acara tahunan Creative Infrastructure Financing Day (CreatIFF) 2025 di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Baca juga: RI-Jepang Jajaki Pembiayaan Proyek Infrastruktur Hijau

ADVERTISEMENT

Karena itu, pembiayaan kreatif tengah dikembangkan sebagai upaya untuk menutup funding gap tersebut. Menurut Dody, pembiayaan kreatif tersebut dapat tercapai dari kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor, pelaku usaha, badan usaha, lembaga, perguruan tinggi dan masyarakat.

"Saya akan terus mendorong seluruh jajaran kementerian PU, khususnya di Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur untuk terus mengkaji jalan mengembangkan berbagai skema pembiayaan kreatif, baik itu KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha), blended financing, sekuritisasi aset, dan lain-lain yang potensial," jelasnya.

Dody menyampaikan, pihaknya akan terus mengembangkan ekosistem pembiayaan yang inklusif, kondusif, transparan, dan akuntabel, sehingga dapat menggaet investasi swasta baik dari investor domestik maupun investor asing untuk keberlanjutan pembangunan infrastruktur.

Baca juga: BPJS Kesehatan Tampilkan Strategi Inovatif Pembiayaan JKN di Jenewa

"Hal ini karena keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga memerlukan partisipasi aktif dari swasta dan seluruh elemen bangsa. Saya mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan sinergi, dan terus berinovasi, mencari terobosan-terobosan, dan bekerjasama dengan cara mencari sumber-sumber pembiayaan alternatif yang berkelanjutan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (Dirjen PI) Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra menambahkan, sebagai upaya menjawab berbagai tantangan pembiayaan pembangunan infrastruktur di tengah efisiensi anggaran pemerintah, pihaknya menggelar Creative Infrastructure Financing Day (CreatIFF) 2025.

"Ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh generasi muda terhadap dunia infrastruktur, dalam rangka memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Kementerian PU dan Kementerian terkait, Badan Usaha, mitra strategis, serta lenders dan investor dalam rangka mendukung percepatan penyediaan infrastruktur," ucapnya.

Baca juga: Pembiayaan Multifinance Melambat Lagi pada Maret 2025, Sudah Bulan Kesembilan

Harapannya, acara ini mampu mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan, demi tercapainya Indonesia Emas 2045 sesuai dengan target dan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Melalui kegiatan CreatIFF 2025 ini diharapkan tercipta solusi strategis untuk memperkuat sinergi antar pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan serta masyarakat. Acara ini tidak hanya menjadi wadah dialog, tapi juga sangat penting dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia emas 2045," tutupnya.

Sebagai informasi, acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah narasumber yang berpengaruh di sektor infrastruktur, diantaranya: Direktur Investasi BPI Danantara Hernando, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar, serta Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dhony Rahajoe.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia