Pemerintah Akhirnya Buka Suara Soal Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat
JAKARTA, investor.id – Pemerintah akhirnya buka suara soal polemik tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan tampak pula Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggelar keterangan resmi terkait hal ini di Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Prasetyo Hadi menerangkan soal keputusan pemerintah mengenai adanya izin usaha pertambangan yang hari ini ramai dibicarakan.
"Perlu saudara-saudara ketahui bahwa pemerintah sejak bulan Januari telah menerbitkan Peraturan Presiden mengenai penertiban kawasan hutan, yang di dalamnya termasuk usaha-usaha berbasis sumber daya alam (SDA), dalam hal ini usaha-usaha pertambangan. Berkenaan dengan yang sekarang ramai di publik, yaitu izin usaha pertambangan di Kabupaten Raja Ampat, itu adalah salah satu bagian dari semua proses penerbitan yang sedang dijalankan oleh pemerintah," paparnya di Jakarta dalam keterangan yang disiarkan secara langsung dari kanal YouTube BeritaSatu, Selasa.
"Namun demikian, kami mewakili pemerintah tentu mengucapkan terima kasih untuk seluruh masyarakat yang dengan terus memberikan masukan, memberikan informasi kepada pemerintah terutama pegiat-pegiat media sosial yang menyampaikan masukan atau kepedulian kepada pemerintah," kata dia.
Menyikapi hal tersebut, pemerintah menugaskan kepada menteri-menteri terkait di antaranya menteri ESDM, menteri Lingkungan Hidup (LH), hingga menteri kehutanan untuk terus berkoordinasi.
"Pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden (Prabowo Subianto), menugaskan kepada menteri-menteri terkait di antaranya menteri ESDM, menteri Lingkungan Hidup (LH), menteri kehutanan, dan kepada kami berdua yaitu saya sebagai Mensesneg dan Pak Seskab (Sekretaris Kabinet atau Seskab Teddy Indra Wijaya, red) untuk terus berkoordinasi mencari informasi, mengumpulkan data di lapangan seobjektif mungkin," lanjut Prasetyo Hadi.
Ia mengatakan, Presiden Prabowo telah menggelar rapat terbatas untuk membahas tentang izin usaha di Kabupaten Raja Ampat.
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan tajam dari publik dan sejumlah aktivis lingkungan yang menyoroti keberadaan tambang di kawasan Raja Ampat, salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan langsung ke Pulau Gag pada Sabtu (7/6/2025) untuk meninjau kegiatan PT Gag Nikel dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat setempat. "Saya datang ke sini untuk melihat langsung situasi di lapangan dan mendengarkan masyarakat. Hasilnya akan diverifikasi dan dianalisis oleh tim inspektur tambang," ujar Menteri Bahlil.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler




