Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Undang Investor Asing untuk Bangun Tanggul Laut Raksasa Rp 1.296,8 Triliun

Penulis : Grace El Dora
12 Jun 2025 | 23:14 WIB
BAGIKAN
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Bloomberg)
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Bloomberg)

JAKARTA, investor.id – Investor asing diundang untuk mendukung rencana Indonesia membangun tanggul laut senilai US$ 80 miliar atau sekitar Rp 1.296,8 triliun. Pembangunan tanggul raksasa sepanjang ratusan kilometer ini untuk mencegah banjir di sepanjang pantai utara pulau Jawa yang paling padat penduduknya, kata Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (12/6/2025).

Proyek tanggul laut raksasa tersebut merupakan perluasan dari rencana pada 2014 oleh pemerintah ibu kota Jakarta. Tujuannya untuk melindungi kota dari kenaikan permukaan air laut dan penurunan tanah yang telah menyebabkan banjir yang sering terjadi di sepanjang pantai utara Jawa.

Prabowo mengatakan bahwa ia akan membentuk sebuah badan untuk menjalankan proyek tanggul laut raksasa, yang membentang dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur dan yang dapat memakan waktu pembangunan hingga 20 tahun. Para pejabat mengatakan, tembok tersebut akan memiliki panjang sekitar 700 kilometer (km).

ADVERTISEMENT

"Salah satu proyek infrastruktur yang paling vital, yang merupakan proyek besar, yang perlu kita lakukan segera adalah tanggul laut raksasa di pesisir utara Jawa," ucap Prabowo dalam pidatonya di sebuah acara infrastruktur seperti dikutip Reuters, Kamis.

"(Air) laut telah mengancam kehidupan rakyat kita," katanya, merujuk pada beberapa kota di Jawa Tengah.

Permukaan air laut di sepanjang pantai Indonesia naik rata-rata 4,25 milimeter per tahun sejak 1992 hingga 2024. Tetapi laju tersebut telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan iklim, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika negara tersebut.

Prabowo mengatakan ia telah mengundang investasi dari negara-negara seperti China dan Jepang, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Sementara itu para ahli mengatakan Jakarta sedang tenggelam karena ekstraksi air tanah yang berlebihan, yang menyebabkan pemerintah pusat merencanakan pemindahannya ke ibu kota baru di hutan-hutan Kalimantan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia