Kamis, 14 Mei 2026

Penuhi Kebutuhan Ideal, Kejagung Usul Tambahan Anggaran Rp 18,5 Triliun untuk 2026

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
7 Jul 2025 | 15:28 WIB
BAGIKAN
Komisi III DPR RI menggelar rapat dengan Kejaksaan Agung dan Polri di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (7/7/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Komisi III DPR RI menggelar rapat dengan Kejaksaan Agung dan Polri di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (7/7/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

JAKARTA, investor.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengajukan usulan tambahan anggaran mencapai Rp 18.529.114.821.000 (Rp 18,5 triliun) untuk tahun 2026. Tambahan anggaran ini untuk keperluan berbagai tugas kejaksaan.

Plt Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Narendra Jatna menyatakan, pagu indikatif tahun anggaran 2026 sebesar Rp 8,96 triliun dinilai belum memenuhi kebutuhan ideal Kejaksaan RI, yang menurutnya mencapai Rp 27,49 triliun. 

"Berdasarkan jumlah tersebut, maka masih ada kekurangan anggaran mencapai Rp 18,52 T," kata Narendra saat rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/7/2025).

ADVERTISEMENT

Narendra menjelaskan, tambahan anggaran tersebut hendak dimanfaatkan untuk program penegakan dan pelayanan hukum senilai Rp 1.848.297.048.000 dan program dukungan manajemen senilai Rp 16.680.817.773.000.

Menurutnya, anggaran ini dibutuhkan demi mencapai target rencana strategis (renstra) 2025-2029, mendukung Asta Cita, menjalankan undang-undang (UU), hingga melaksanakan rencana aksi nasional. 

Disampaikan Narendra, pagu indikatif Kejagung tahun anggaran 2026 menurun dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2025, pagu anggarannya sekitar Rp 24 triliun. Sedangkan untuk 2026 mengalami penurunan menjadi Rp 8,9 triliun.

"Terdapat penurunan sebesar Rp 15,3 T atau minus sekitar 63,2% dibandingkan pagu alokasi anggaran tahun 2025 yang sebesar Rp 24,2 triliun," ungkap Narendra.

Narendra menilai penurunan anggaran ini menjadi perhatian serius. Dia mewanti-wanti adanya peningkatan beban kerja dalam upaya penegakan hukum, kebutuhan operasional yang bertambah, hingga meningkatnya target kinerja institusi. 

"Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan Kejaksaan RI dalam menjalankan tugas dan fungsi secara optimal di tahun anggaran 2026," ujar Narendra.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia