Kamis, 14 Mei 2026

Miris! Ratusan Ribu Rekening Penerima Bansos Dipakai Judol hingga Terorisme

Penulis : Ilham Oktafian
10 Jul 2025 | 15:59 WIB
BAGIKAN
Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana usai dipanggil Presiden, Kamis (22/5/2025).
Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana usai dipanggil Presiden, Kamis (22/5/2025).

JAKARTA, investor.id – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 571 ribu rekening penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi bermain judi online (judol). Nilai transaksi dari rekening tersebut hampir mencapai Rp 1 triliun selama setahun.

"Hampir Rp1 triliun, lebih sari Rp900 Miliar," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada wartawan di Komplek DPR/MPR pada Kamis (10/7/2025). 

Angka tersebut menurut Ivan kemungkinan dapat bertambah, lantaran temuan 571 ribu rekening terindikasi judol tersebut hanya dari satu bank.

ADVERTISEMENT

"Baru satu bank, jadi kita cocokin NIK (nomor induk kependudukan) penerima bansos yang juga menjadi pemain judol. Itu 500 ribu sekian," katanya.

Selain terindikasi digunakan untuk bermain judol, Ivan menerangkan, banyak juga transaksi penerima bansos yang terindikasi tindak korupsi hingga terorisme. Namun, Ivan belum membeberkan secara detail jumlah transaksi dalam rekening tersebut.

"Ada juga NIK-nya yang terkait dengan tindak pidana korupsi bahkan ada yang pendanaan teroris ada lebih dari 100 orang NIK-nya teridentifikasi terlibat pendanaan teroris," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyebut sekitar 571 ribu orang penerima bantuan sosial (bansos) diduga ikut main judol dengan nilai transaksi ratusan miliar. Data ini ditemukan ketika Kemensos menyandingkan data dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia