Jumat, 15 Mei 2026

Hinca Sarankan KPK Temui Pemerintah Bahas 17 Poin Masalah RUU KUHAP

Penulis : Ilham Oktafian
21 Jul 2025 | 21:38 WIB
BAGIKAN
Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan
Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan

JAKARTA, investor.id - Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan meminta KPK bertemu dan bicara dengan pemerintah. Hinca merespons protes yang dilayangkan KPK terhadap Rancangan Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) yang tengah dibahas.

Diketahui, KPK menyampaikan 17 poin yang dinilai bermasalah dan berpotensi menghambat upaya pemberantasan korupsi sebagai bentuk kritik terhadap pembahasan RUU KUHAP. 

"Saran saya, KPK temui lah pemerintah," kata Hinca kepada wartawan di Komplek DPR/MPR pada Senin (21/7/2025).

ADVERTISEMENT

Hinca beralasan Daftar Inventaris Masalah atau DIM RUU KUHAP yang disusun pemerintah melibatkan sejumlah lembaga, mulai Kementerian Hukum hingga KPK.

Dia menyebut seharusnya KPK bertemu dan berbicara dengan pemerintah sebelum DIM tersebut dibahas di Komisi III DPR beberapa waktu lalu.

"Mestinya teman-teman KPK itu kan unsur pemerintah, kan di sisi sana," katanya. 

Hinca pun menyarankan KPK agar berbicara dengan pemerintah terkait sejumlah usulan RUU KUHAP. Dia meyakini bahwa pemerintah bakal mengakomodir keinginan KPK. 

"Saya menyarankan teman-teman KPK tuh siapapun lah dari unsur pemerintah, masuklah lewat pemerintah. Karena pastikan gak mungkin dibahas sendirian," ujarnya.

Sebelumnya, KPK telah melakukan telaah internal terhadap naskah RUU KUHAP dan menemukan 17 poin yang dinilai bermasalah.

Meski tidak memerinci seluruh poin tersebut dalam kesempatan itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan beberapa ketentuan dalam RUU KUHAP berpotensi tidak sinkron dengan hukum yang berlaku, bahkan bisa mereduksi efektivitas kerja KPK dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia