KPK dan Kejagung Koordinasi Usai Yuddy Renaldi Jadi Tersangka Kasus Kredit Sritex
JAKARTA, investor.id – Kejaksaan Agung menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Yuddy Renaldi menjadi tersangka. Dia terjerat dugaan korupsi pemberian kredit bank ke PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dan entitas anak usaha.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya juga menetapkan Yuddy Renaldi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan Bank BJB periode 2021-2023.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, KPK akan segera berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung agar proses hukum kedua lembaga penegak hukum ini dapat berjalan dengan baik.
Budi menegaskan, penyidikan kasus Bank BJB terus dilakukan penyidik KPK, meskipun Yuddy menjadi tersangka di kasus lain yang ditangani Kejagung.
"Seperti apa konstruksi lengkap perkaranya, pihak-pihak yang ditetapkan tersangka dan penahanannya, kami akan update perkembangannya," tandas Budi, Selasa (22/7/2025).
Diketahui, KPK sedang melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB).
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka yakni mantan Direktur Utama (Dirut) BJB Yuddy Renaldi (YR), pimpinan divisi corsec BJB Widi Hartono (WH), pengendali agensi Ikin Asikin Dulmanan (IAD), pengendali agensi Suhendri (S), dan pengendali agensi, Sophan Jaya Kusuma (SJK). KPK mengendus dugaan kerugian negara sekitar Rp 222 miliar terkait kasus ini.
Di sisi lain, Kejagung baru saja menetapkan Dirut BJB Yuddy Renaldi menjadi salah satu dari 11 tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dan entitas anak usahanya.
Selain Yuddy, Kejagung juga menetapkan 10 pihak menjadi tersangka, yakni AMS (Allan Moran Severino), mantan direktur keuangan PT Sritex (2006-2023); BFW (Babay Farid Wazadi), mantan direktur kredit UMKM dan direktur keuangan Bank DKI Jakarta (2019-2022); PS (Pramono Sigit).
Selain itu, mantan direktur teknologi operasional Bank DKI Jakarta (2015-2021); BR (Benny Riswandi), mantan senior executive vice president bisnis Bank BJB (2019-2023); SP (Supriyatno), mantan direktur utama Bank Jateng (2014-2023); PJ (Pujiono).
Berikutnya, mantan direktur bisnis korporasi dan komersial Bank Jateng (2017-2020); dan SD (Suldiarta), mantan kepala divisi bisnis korporasi dan komersial Bank Jateng (2018-2020).
Tiga tersangka lainnya adalah DS (Dicky Syahbandinata), mantan pemimpin divisi korporasi dan komersial PT Bank BJB tahun 2020; ZM (Zainuddin Mappa), mantan direktur utama PT Bank DKI Jakarta tahun 2020; dan ISL (Iwan Setiawan Lukminto), mantan direktur utama PT Sritex pada tahun 2005—2022.
Dalam kasus korupsi Sritex, kerugian awal untuk negara yang teridentifikasi mencapai lebih dari Rp 1.088.650.808.028. Namun, angka ini masih dalam proses penghitungan final oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






