Jumat, 15 Mei 2026

Sri Mulyani Bahas Kunci Kemajuan Negara, Indonesia Masih Berkutat di Institusional  

Penulis : Vinnilya Huanggrio
7 Aug 2025 | 13:45 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (28/7/2025). Berdasarkan hasil rapat tersebut, KSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan pada triwulan II-2025 tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/nz)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (28/7/2025). Berdasarkan hasil rapat tersebut, KSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan pada triwulan II-2025 tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/nz)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti pentingnya teknologi dan sains dalam kemajuan ekonomi suatu negara. Tak hanya kuantitas tenaga kerja (labor) dan modal (capital), tetapi produktivitas dapat tercipta jika keduanya dikombinasikan dengan teknologi dan sains. Praktik seperti ini yang banyak dilakukan oleh negara-negara maju.

“Negara-negara maju pasti investasi sangat besar di bidang science technology, riset, dan pendidikan,” papar Sri Mulyani dalam membuka Konvensi Sains Teknologi dan Industri Indonesia 2025 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025).

Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan Indonesia masih memiliki tantangan. Bukan cuma dari sisi sumber daya manusia (SDM), tetapi juga dari sisi pembangunan kelembagaan (institutional building). Indonesia punya pekerjaan rumah yang luar biasa dalam hal itu.

ADVERTISEMENT

Menkeu menyebut, semua hal membutuhkan sumber daya (resources), terutama keuangan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, APBN adalah instrumen penting agar sebuah negara mencapai cita-citanya.

Tetapi yang selalu menjadi catatan adalah perlunya suatu kesepakatan dan kerja sama, tegas Menkeu. 

Di samping itu, Sri Mulyani juga menjelaskan dunia saat ini tidak dalam kondisi yang mudah. Menurutnya sedang terjadi pergeseran yang sangat fundamental di dalam peta geopolitik, persaingan yang kian sengit antar negara yang bertujuan untuk menguasai atau menciptakan ruang pengaruh alias hegemoni.

“Ruang pengaruh yang sangat besar bisa berbasis ideologi dan pragmatisme yakni menjaga kepentingan negara tersebut,” bebernya.

Oleh karena itu, kata Menkeu Sri Mulyani, sebagai sebuah negara yang besar dari sisi geografi, demografi, lokasi, dan ukuran ekonomi Indonesia memiliki modal yang besar. Dengan modal itu, jelasnya, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemain di ramah internasional.

“Pilihan ada di kita. Kalau kita hanya menjadi ajang, berarti ini adalah tempat pertempuran dari pengaruh. Pengaruh seluruh dunia. Kalau kita ingin menjadi pelaku, berarti kita sendiri yang harus menyiapkan dan menyiapkan diri itu,” tegasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia