Jumat, 15 Mei 2026

Gus Yaqut Bersikap Kooperatif saat Rumahnya Digeledah KPK

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
15 Aug 2025 | 19:43 WIB
BAGIKAN
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas usai memenuhi panggilan KPK, Kamis (7/8/2025).
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas usai memenuhi panggilan KPK, Kamis (7/8/2025).

JAKARTA, investor.id – Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) disebut kooperatif saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumahnya, Jumat (15/8/2025). Penggeledahan tersebut bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024.

"Sejauh ini kooperatif," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Budi belum membeberkan soal perolehan bukti yang diamankan penyidik dari giat ini mengingat penggeledahan masih berlangsung. Dia hanya memastikan perkembangan dari penggeledahan ini segera disampaikan ke publik.

ADVERTISEMENT

"Masih berlangsung, nanti kami sampaikan update-nya terkait apa saja yang diamankan," ungkap Budi.

Namun, Budi menekankan pada prinsipnya penggeledahan ini dilakukan untuk mencari bukti maupun petunjuk yang dapat membuat terang kasus ini. Dia memastikan KPK berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini, termasuk memulihkan kembali kerugian negara yang timbul akibat kasus ini.

Diketahui, kasus ini berawal dari pelanggaran aturan pembagian kuota haji tambahan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Aturan tersebut menetapkan 92% kuota untuk haji reguler dan 8% untuk haji khusus. 

Namun, faktanya, Surat Keputusan (SK) Menteri Agama Nomor 130 Tahun 2024 tentang Pembagian Kuota Haji Tambahan 2024 yang ditandatangani Yaqut Cholil Qoumas justru membagi 50% untuk haji reguler dan 50% untuk haji khusus.

Dari kuota tambahan 20.000 orang tersebut, KPK menduga ada aliran dana dari asosiasi penyelenggara haji kepada sejumlah oknum di Kementerian Agama (Kemenag). Dugaan inilah yang kini tengah didalami.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia