Jumat, 15 Mei 2026

Produksi Pangan Serap Rp 114 Triliun dari Anggaran Ketahanan Pangan 2026

Penulis : Muhammad Farhan
15 Aug 2025 | 22:19 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mencanangkan anggaran belanja untuk ketahanan pangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 sebesar Rp 164,4 triliun. Nilai ini naik dibandingkan dengan APBN 2025 yang tercatat sebesar Rp 155,2 triliun.

Adapun rincian RPBN ketahanan pangan 2026 yakni berupa anggaran untuk produksi sebesar Rp 114,1 triliun, Rp 29,9 triliun untuk distribusi dan cadangan pangan, dan alokasi konsumsi sebesar Rp 6,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan dari total anggaran ketahanan pangan, sisi produksi menjadi yang terbesar alokasinya.

ADVERTISEMENT

"Anggaran dari sisi produksi termasuk petani, alsintan (Alat dan Mesin Pertanian), pupuk, bendungan dan irigasi, ada Rp 114 triliun. Ini untuk mendukung sisi produksi," jelas Srimul dalam paparan jumpa pers nota keuangan, Jumat (15/8/2025).

Adapun rincian anggaran produksi yaitu:

• Subsidi pupuk untuk 9,62 juta ton sebesar Rp 46,9 triliun;

• Cetak sawah dan optimasi lahan 550 ribu hektar sebesar Rp 19,7 triliun;

• Bantuan alsintan pra panen tanaman pangan sebanyak 37 ribu unit;

• Pembangunan bendungan 15 unit dan irigasi 104 ribu hektar sebesar Rp 12,0 triliun;

• Pengembangan kawasan padi seluas 2,1 juta hektar;

• Bantuan benih-indukan 63,4 juta ekor dan alat penangkap ikan 70 unit

• Kampung nelayan merah putih sebanyak 250 kampung dan pergaraman nasional seluas 1000 hektar, total Rp 6,6 triliun;

• Dan DAK (Dana Alokasi Khusus) dan dana desa ketahanan pangan sebesar Rp 12,2 triliun. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menjadikan ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa dengan anggaran mencapai mencapai Rp 164,4 triliun untuk 2026.

Dalam pidato penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/8/2025), Prabowo menekankan pentingnya swasembada pangan, terutama beras dan jagung.

“Target kita adalah harga pangan yang stabil, petani makmur, nelayan sejahtera, dan konsumen merasa aman,” ujar Prabowo.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah akan mencetak sawah baru, menyalurkan pupuk bersubsidi, serta memperkuat peran lumbung pangan nasional. Dalam RAPBN 2026, pemerintah mengalokasikan Rp22,7 triliun untuk Perum Bulog. 

Anggaran ketahanan pangan yang mencapai Rp 164,4 triliun ini naik Rp 25 triliun atau sekitar 18% dibandingkan alokasi 2025 yang sebesar Rp 139,4 triliun.

Kenaikan anggaran ini diarahkan untuk memperkuat produksi, distribusi, dan ketersediaan pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia