Jumat, 15 Mei 2026

DPR Disarankan Segera Inisiasi RUU Hilirisasi Nasional

Penulis :  Imam Suhartadi
16 Aug 2025 | 10:09 WIB
BAGIKAN
Penasihat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar Prof Dr Henry Indraguna, SH, MH
Penasihat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar Prof Dr Henry Indraguna, SH, MH

JAKARTA, investor.id - Penasihat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar Prof Dr Henry Indraguna, SH, MH menyarankan DPR RI untuk menginisiasi RUU Hilirisasi Nasional untuk mewajibkan pengolahan bahan strategis di dalam negeri dan melarang ekspor tanpa proses minimal. 

“Revisi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014  Perdagangan/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Cipta Kerja juga krusial dilakukan oleh Parlemen Berikan Kementerian Perdagangan wewenang untuk menetapkan komoditas seperti rotan atau tempurung kelapa yang wajib diolah dulu,” kata  Profesor dan Guru Besar Unissula Semarang ini dalam keterangannya Sabtu (16/8/2025).

Menurut Prof Henry, pemberian insentif untuk industri hilir di wilayah 3T juga akan jadi katalis pertumbuhan.

ADVERTISEMENT

Wakil Ketua Dewan Penasehat DPP AMPI ini juga mewanti-wanti kepada Parlemen agar pengawasan melekat juga tak boleh kendor dalam pelaksanaan Undang-Undang dan aturan turunannya. 

Prof Henry meminta Komisi VI dan VII DPR RI perlu memanggil Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan ESDM untuk meneliti data ekspor dan memastikan kepatuhan pada regulasi. "Peraturan menteri yang tegas harus segera diterbitkan,” tandas Politisi Beringin asal Jateng ini. 

Dari sisi anggaran, imbuh Prof Henry, DPR bisa mendorong Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membangun pabrik briket atau pengolahan rotan berbasis desa. Misalnya koperasi di Kalimantan bisa mengolah rotan jadi mebel bernilai tinggi sekaligus menciptakan lapangan kerja lokal.

Prof Henry kembali menekankan hilirisasi harus menjadi tulang punggung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Targetnya tentu saja mengurangi ekspor bahan mentah 20% pada 2027, menaikkan ekspor barang jadi 30%, dan menciptakan 500.000 pekerjaan baru di sektor hilir hingga 2030. 

“Ini sejatinya adalah soal kedaulatan, bukan cuma ekonomi semata," terang Waketum DPP Bapera sekaligus Ketua LBH DPP Bapera. 

Prof Henry menegaskan tanpa undang-undang baru, pengawasan ketat, dan dana terarah, hilirisasi hanya akan menjadi angan-angan. 

"DPR RI sebagai wakil rakyat, memiliki kuasa mewujudkan amanat konstitusi, memastikan kekayaan alam Indonesia tak lagi jadi keuntungan asing, melainkan bahan bakar kemakmuran rakyatnya sendiri," pungkas Wakil Ketua Dewan Pembina Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.

Berdasarkan data, Indonesia telah mengekspor 2,5 juta ton produk kelapa mentah, termasuk tempurung. Sementara pabrik briket lokal hanya beroperasi di bawah 60% dari kapasitas terpasang akibat kekurangan bahan baku. 

Prof Henry menyebutkan dampak tersebut terasa nyata dialami manufaktur Indonesia. Pabrik pengolahan kakao hingga mebel terhambat, investasi mandek, dan nilai tambah ekonomi lenyap. 

Laporan Bank Dunia 2024 memperkirakan kerugian US$ 10 miliar per tahun akibat ekspor bahan mentah. Wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang seharusnya bisa bangkit lewat pengolahan lokal tetap saja terpuruk. 

Prof. Henry menegaskan, tanpa aturan tegas, kementerian teknis tak mampu menghentikan arus ekspor, terutama untuk komoditas non-tambang. 

Untuk itu, kata Prof Henry, dengan mandat legislasi dan pengawasan dari Pasal 20 dan 20A UUD 1945, DPR RI harus bergerak cepat. "Jangan sampai kekayaan kita memperkaya pabrik asing tapi pekerja kita menganggur,” tegasnya.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia