Jumat, 15 Mei 2026

Dinilai Lambat, Komisi III Minta Kejagung Transparan dalam Pengusutan Riza Chalid

Penulis : Ilham Oktafian
19 Aug 2025 | 14:21 WIB
BAGIKAN

Anggota Komisi III DPR RI   Soedeson Tandra (Foto: BTV)
Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra (Foto: BTV)

JAKARTA, investor.id - Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) transparan dalam menangani kasus korupsi minyak mentah dan produksi kilang minyak Pertamina. Kasus ini menjerat pengusaha Mohammad Riza Chalid (Riza Chalid) sebagai tersangka.

Tanda menyampaikan hal itu lantaran banyak pihak menilai Kejagung lambat dalam mengusut tuntas kasus tersebut. 

"Kita mengawasi saja dan kita minta agar kasus ini dibuka seterang terangnya," katanya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (19/8/2025).

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, Tandra tetap menghormati proses penyidikan yang tengah Kejagung lakukan. Dia pun tak ingin ada intervensi dalam penanganan kasus tersebut lantaran penyidik kejaksaan masih bekerja untuk memeriksa Riza Chalid.

"Urusan teknis penyidikan itu merupakan bagian dari penyidikan yang ada di kejaksaan agung. Tentu kejaksaan agung punya teknik bagaimana untuk mengungkap kasus ini," katanya.

Sebelumnya, sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (10/7/2025) lalu, Riza Chalid tak kunjung memenuhi pemeriksaan Kejaksaan Agung. 

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna mengatakan Riza Chalid sudah mangkir untuk panggilan Kamis (24/7/2025), Senin (28/7/2025), dan Senin (4/8/2025).

Kejagung segera menentukan langkah lebih lanjut, termasuk menetapkan daftar pencarian orang (DPO) hingga pengajuan red notice.

Anang menyampaikan, pengajuan red notice terhadap Riza Chalid masih dalam proses. Kejagung tengah melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk pengajuannya sekaligus untuk memenuhi segala persyaratannya. Dia pun menekankan, pihaknya saat ini belum menetapkan DPO.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia