Jumat, 15 Mei 2026

Mobil Mercedes Benz yang Disita KPK dalam Kasus BJB, Milik BJ Habibie

Penulis : Yustinus Patris Paat
26 Aug 2025 | 13:28 WIB
BAGIKAN
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2025). (Foto: Yustinus Patris Paat)
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2025). (Foto: Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita mobil Mercedes Benz 280 SL dari kediaman mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Diketahui, ternyata mobil tersebut atas nama Presiden ke-3 RI BJ Habibie.

KPK menyita mobil tersebut saat menggeledah kediaman Ridwan Kamil terkait pengusutan kasus korupsi dana iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB). Mobil Habibie tersebut dibeli Ridwan Kamil dari putra sulung BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie (IAH).

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menuturkan, penjualan mobil tersebut akan menjadi salah satu materi yang didalami KPK saat pemeriksaan Ilham Akbar Habibie.

ADVERTISEMENT

KPK sebenarnya sudah menjadwalkan pemeriksaan Ilham Habibie pada Jumat (22/8/2025) lalu, namun yang bersangkutan tidak hadir karena sudah memiliki agenda yang sudah terjadwal.

"Terkait dengan Pak IAH, yang pada saat kita jadwalkan pemeriksaan juga pada tanggal 22, tidak hadir, suratnya sudah ada kepada kami yang bersangkutan kalau tidak salah ada acara di Malaysia sehingga minta untuk dijadwal (ulang),” kata Asep, Senin (25/8/2025).

Sebelumnya, KPK membeberkan alasan akan memanggil dan memeriksa Ilham Akbar Habibie sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan iklan BJB. KPK membutuhkan keterangan Ilham Habibie untuk menelusuri aliran dana non-budgeter yang dikelola oleh Bank BJB.

"Jadi pemanggilan terhadap saudara IAH terkait dengan perkara di BJB yaitu terkait dengan dugaan aliran-aliran uang dalam dana non-budjeter yang dikelola oleh BJB. Ini kan digunakan oleh siapa, untuk apa, ini kan kemudian didalami dari pihak-pihak yang dipanggil dilakukan pemeriksaan oleh KPK," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025).

Budi mengatakan, penyidik KPK membutuhkan keterangan Ilham Habibie karena diduga mengetahui perkara korupsi di Bank BJB. Menurut Budi, setiap saksi yang dipanggil KPK memiliki tujuannya masing-masing seperti dengan pemanggilan Selebgram Lisa Mariana.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia