Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Purbaya Membela Stimulus di Tengah Kekhawatiran Defisit

Penulis : Grace El Dora
16 Sep 2025 | 22:07 WIB
BAGIKAN
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) memberikan keterangan terkait program paket ekonomi usai rapat koorddinasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Pemerintah resmi luncurkan program paket ekonomi yang terdiri dari delapan program akselerasi dengan total Rp16,2 T dan lima program terkait penyerapan tenaga kerja. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) memberikan keterangan terkait program paket ekonomi usai rapat koorddinasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Pemerintah resmi luncurkan program paket ekonomi yang terdiri dari delapan program akselerasi dengan total Rp16,2 T dan lima program terkait penyerapan tenaga kerja. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa membela rencana untuk menstimulasi ekonomi secara dramatis karena kekhawatiran hal itu dapat merusak posisi fiskal negara yang telah susah payah diraih. Ia menjabat seminggu yang lalu, setelah pendahulunya digulingkan.

“Ini hanyalah mengoptimalkan alokasi anggaran untuk meningkatkan ekonomi tanpa mengubah defisit secara signifikan,” kata Purbaya dalam sebuah pengarahan di Jakarta untuk mengumumkan stimulus tambahan sebesar Rp 16 triliun (US$ 989 juta) tahun ini, Selasa (16/9/2025).

Bantuan tersebut akan dialokasikan untuk delapan program, termasuk pemberian bantuan beras kepada masyarakat miskin dan keringanan pajak untuk usaha kecil, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pengarahan yang sama.

ADVERTISEMENT

Pengeluaran tambahan ini menyasar pekerja lepas dan masyarakat miskin Indonesia, seiring dengan meningkatnya upaya Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pertumbuhan menyusul protes baru-baru ini terkait isu mata pencaharian. Demonstrasi tersebut merenggut setidaknya sepuluh nyawa, termasuk seorang pengemudi ojek yang tertabrak kendaraan lapis baja.

Pengeluaran ini dipandang sebagai keringanan yang disambut baik bagi masyarakat miskin, terutama karena defisit anggaran 2025 baru-baru ini diperkirakan mencapai 2,78% dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini jauh di bawah batas resmi 3%.

Pekan lalu, pemerintah juga mengumumkan dan segera menyetujui rencana pengalihan sekitar Rp 200 triliun cadangan kas Kementerian Keuangan dari bank sentral ke lembaga pemberi pinjaman komersial milik negara. Ini merupakan upaya untuk menggalang penyaluran kredit.

Meskipun Bank Indonesia (BI) telah beberapa kali menurunkan suku bunga, penyaluran kredit perbankan masih lambat, dan pemerintah berharap hal ini akan berubah.

“Saya menduga para CEO bank sekarang sedang memeras otak untuk mencari tahu ke mana harus mencairkan dana tersebut,” tutur Purbaya ketika ditanya tentang pencairan tersebut.

Saham melanjutkan penguatan hingga ditutup pada level tertinggi dalam hampir tiga minggu. Rupiah menghapus beberapa penurunan dan ditutup melemah 0,2% terhadap dolar, sementara obligasi pemerintah tenor 10 tahun membalikkan penguatan sebelumnya.

Purbaya bertindak cepat untuk memenuhi tuntutan presiden akan pertumbuhan yang lebih cepat. Ia menggantikan mantan menkeu Sri Mulyani Indrawati, yang dihormati oleh investor internasional atas integritas fiskalnya, tetapi dianggap resisten terhadap rencana belanja Prabowo.

Stimulus tambahan hari ini menyasar beberapa sektor berpenghasilan rendah yang menjadi sumber protes. Misalnya jaminan kecelakaan kerja, pengangguran, dan kematian akan diperluas untuk pengguna ojek, dan akan ada dukungan pajak untuk sekitar 500.000 pekerja pariwisata di hotel, restoran, dan kafe.

Penerapan tarif global oleh pemerintahan Trump, termasuk pungutan 19% untuk barang-barang dari Indonesia, menekan pertumbuhan negara. Regulator sebelumnya mengumumkan langkah-langkah untuk meningkatkan belanja akhir tahun dengan menargetkan sektor transportasi dan pariwisata.

Pemerintah juga merencanakan satuan tugas baru untuk mempercepat pelaksanaan program-program prioritas seperti pengembangan koperasi desa dan pembangunan perumahan rakyat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia