Jumat, 15 Mei 2026

Target Pajak Naik di 2026, Begini Penjelasan Wamenkeu Anggito

Penulis :  Arnoldus Kristianus
19 Sep 2025 | 14:27 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu. (Kemenkeu/Alfa Yuditya Nugraha)
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu. (Kemenkeu/Alfa Yuditya Nugraha)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 2.357,7 triliun dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2026. Angka ini tumbuh 13,5% dari outlook penerimaan pajak tahun 2025 yang sebesar Rp 2.076,9 triliun.

Meski terjadi kenaikan target penerimaan, Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu memastikan bahwa upaya pengumpulan pajak tidak akan menganggu kenyamanan wajib pajak.

Wamenkeu Anggito menjelaskan, meski terjadi kenaikan target penerimaan, pajak pemerintah tetap optimis dapat mencapai target. Pasalnya, pemerintah melihat masih terdapat potensi penerimaan yang dapat digali untuk mencapai target penerimaan pajak tahun 2026.

ADVERTISEMENT

“Jadi masih ada ruangan untuk improvement ya dari sisi kepatuhan, administrasi, kita punya joint program. Kita juga  punya beberapa strategi untuk ekstensifikasi tanpa harus memberikan beban kepada wajib pajak,” ujar Anggito kepada media di Gedung DPR, Jakarta, dikutip Jumat (19/9/2025).

Salah satu langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan setoran pajak adalah dengan mengoptimalkan sistem inti administrasi perpajakan (Core Tax Administration System) atau yang dikenal sebagai Coretax.

Menurut Anggito, dengan adanya coretax pemerintah berharap pelayanan administrasi berjalan optimal dan berujung pada kepatuhan wajib pajak.

“Dengan Coretax nanti kan kepatuhan meningkat, kepastian dari sisi bayaran, dari sisi kewajiban, dari sisi hak wajib pajak kan lebih transparan dan lebih mudah dideteksi ya,” rang Anggito.

Dia juga tidak mengesampingkan bahwa masih terdapat sejumlah kendala dari sistem yang baru berjalan pada awal tahun 2025 ini. Namun, aparat pajak konsisten melakukan pembenahan penerapan coretax. Untuk tahun 2026 aparat pajak akan memasukan data mengenai Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi.

“Nah ini tahun depan kan kita akan memasukkan data mengenai PPh OP dan PPh badan. Mudah-mudahan nggak ada masalah ya,” tegas Anggito.

Sebelumnya, Anggota Badan Anggaran DPR Sulaeman L Hamzah menyarankan agar pemerintah perlu menyiapkan mitigasi risiko apabila target penerimaan pajak tidak tercapai, dengan strategi yang komprehensif dan berkeadilan.

Optimalisasi penerimaan negara harus diarahkan pada sektor potensial seperti ekonomi digital dan pajak karbon untuk memperluas ruang fiskal serta mendorong transformasi ekonomi yang berkelanjutan. Pada saat yang sama, juga penguatan pengawasan dan penegakan hukum menjadi kunci untuk menutup celah kebocoran penerimaan sekaligus memperkuat kredibilitas sistem perpajakan.

“Mitigasi risiko penerimaan pajak tidak boleh berhenti pada solusi jangka pendek, melainkan harus menjadi momentum membangun sistem perpajakan yang progresif, adil, dan berkelanjutan demi mewujudkan kemandirian fiskal bangsa,”jelas Sulaeman.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia