Sabtu, 4 April 2026

MUI: Prabowo Siap Keluar dari Dewan Perdamaian Jika Tak Dukung Palestina Merdeka

Penulis : Celvin M. Sipahutar
6 Mar 2026 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Umum (MUI) KH Cholil Nafis di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (Dok B-Universe/Tommy Pribadi)
Wakil Ketua Umum (MUI) KH Cholil Nafis di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (Dok B-Universe/Tommy Pribadi)

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Umum (MUI) KH Cholil Nafis mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap menarik keanggotaan Indonesia dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian jika tak berdampak terhadap upaya mendorong kemerdekaan Palestina.

Penegasan ini kembali Prabowo sampaikan saat menggelar acara buka puasa bersama dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Kamis sore (5/3/2026).

"Soal BoP, beliau bertekad untuk kemerdekaan Palestina. Jika memang tidak untuk Palestina, beliau siap mundur " ujar Cholil kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip pada Jumat (6/3/2026).

Advertisement

Cholil menyatakan, tujuan Prabowo mengantarkan Indonesia masuk dalam keanggotaan Dewan Perdamaian adalah untuk mempercepat proses kemerdekaan, pembangunan, rekonstruksi, dan rehabilitasi Palestina. Prabowo disebut meyakini kerangka BoP dapat mewujudkan kemerdekaan Pelestina.

Keanggotaan Indonesia di BoP sendiri kembali mendapat sorotan tajam seiring serangan dari penggagas dewan tersebut, Amerika Serikat (AS) ke Iran. Diketahui, Presiden AS Donald Trump telah melakukan operasi militer bersama Israel untuk menyerang Iran.

Cholil menilai, serangan Amerika Serikat - Israel terhadap Iran tidak dapat dikaitkan dengan keberadaan Dewan Perdamaian. Menurutnya, forum tersebut memiliki fokus khusus pada isu Palestina sehingga tidak relevan jika dikaitkan dengan dinamika konflik lain di kawasan.

"Saya tidak melihat, mengaitkan pembicaraan antara penyerangan (AS-Israel ke Iran) dengan BoP, karena BoP itu spesifik untuk Palestina," ucap Cholil.

Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa pemerintah tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak dari konflik yang terjadi. Antisipasi tersebut mencakup upaya memperkuat ketahanan energi hingga ketahanan pangan.

"Beliau bertekad untuk ketahanan pangan, kemudian bagaimana kita memberdayakan nelayan, dan bagaimana swasembada di dalam negeri," pungkas Cholil.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 24 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 34 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia