Gus Yahya: Beri Kesempatan BoP Bekerja
JAKARTA, investor.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) merespons desakan agar Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Ia meminta publik untuk memberikan kesempatan terlebih dulu kepada BoP karena baru terbentuk.
Hal itu disampaikan Gus Yahya selepas acara buka puasa bersama antara Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Kamis (5/3/2026).
"BoP juga belum apa-apa. BoP ini baru mulai pembicaraan dan belum sampai kemana-mana, tapi Indonesia sudah ada di dalamnya," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip pada Jumat (6/3/2026).
Seperti diketahui, Indonesia bersama sejumlah negara telah bergabung dengan Board of Peace untuk mempercepat kemerdekaan Palestina. Namun, Keanggotaan Indonesia di BoP kembali mendapat sorotan tajam seiring serangan dari penggagas dewan tersebut, Amerika Serikat (AS), ke Iran.
Diketahui, Presiden AS Donald Trump telah melakukan operasi militer bersama Israel untuk menyerang Iran. Keterlibatan AS itu lantas memicu gelombang desakan agar Indonesia keluar dari BoP.
Terlepas dari eskalasi di Timur Tengah, Gus Yahya menyebut bahwa para ulama tetap yakin BoP memiliki kerangka yang jelas untuk mewujudkan kemerdekaan dan rekonstruksi di Gaza, Palestina. Komitmen terhadap kemerdekaan Palestina tersebut telah tertuang dalam proposal perdamaian BoP yang berisikan 20 poin.
"Sudah ada sejumlah negara-negara Timur Tengah yang juga ada di dalamnya (BoP), yang juga sudah berkomunikasi, bersepakat untuk terus menjalin koordinasi dengan Indonesia," ujar Gus Yahya.
Sementara itu, dalam menyikapi perang antara AS-Israel dan Iran, Gus Yahya memiliki harapan bahwa BoP juga dapat menjadi instrumen untuk meredakan konflik tersebut. Ia menegaskan perang bukan solusi perdamaian.
"Kalau perlu misalnya Indonesia bisa menyatakan bahwa agenda-agenda BoP on hold sampai ada pembicaraan untuk deeskalasi dan perdamaian dari perang Amerika-Israel melawan Iran ini," tutur Gus Yahya.
Pemerintah sendiri terus memonitor perkembangan konflik Israel-AS dengan Iran dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar eskalasi konflik tak berdampak signifikan terhadap Indonesia. Selain itu, Presiden Prabowo juga siap menjadi mediator agar konflik di Timur Tengah mereda.
Gus Yahya menekankan bahwa para ulama sepenuhnya memberikan kepercayaan terhadap Presiden Prabowo dalam menjalankan misi untuk perdamaian dunia maupun menjaga stabilitas nasional.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






