Jumat, 15 Mei 2026

Mendagri Soal Kebijakan WFH: Tinggal Menunggu Arahan Presiden

Penulis : Theressia Silalahi
25 Mar 2026 | 15:30 WIB
BAGIKAN
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (B-Universe Photo/Ricki Putra Harahap)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (B-Universe Photo/Ricki Putra Harahap)

JAKARTA, investor.id - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut kebijakan work from home (WFH) atau kerja di rumah telah dibahas dalam rapat setingkat menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menyampaikan, jika kebijakan tersebut sudah final maka akan disampaikan kepada masyarakat.

"Sooal WFH sudah dirapatkan, tapi nanti biar satu suara. Oleh karena itu nanti, kemarin yang mimpin rapat kan Menko Ekonomi didampingi juga Menko PMK. Jadi ya, biar yang mengumpumkan biar Pak Menko Ekonomi.”kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/03/2026).

Pemerintah masih mengkaji kebijakan work from home atau WFH selama satu hari dalam sepekan merupakan sebagian dari strategi efisiensi dan pengaturan mobilitas.

ADVERTISEMENT

Pemerintah sepakati untuk menyampaikan hasil keputusan dalam satu suara setelah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. 

“Tapi saya nggak nyampaikan sekali lagi karena itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke Bapak Presiden. Setelah ada arahan Bapak Presiden, baru nanti diumumkan resmi. Sabar-sabar aja,” jelasnya. 

Sebelumnya, Pemerintah tengah mengkaji sejumlah langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), termasuk opsi penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan jika diperlukan.

“Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tetapi sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita membutuhkan WFH. Namun, menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting,” ujar Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa kemarin (17/3/2026).

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia